Kedewasaan Berfikir


Beberapa hari yang lalu saya janjian ketemu untuk ngobrol dan update tentang perkembangan pekerjaan yang kali-kali saja bisa disinergikan bersama dengan salah seorang sahabat lama saya. Bertemu dengan Nandi (sahabat saya sejak SMA) bukanlah hal yang baru. Kami sempat menjalankan perusahaan berbasis online di tahun 1998 – 1999 (namanya KomunitasMusik.Com) lalu kami menjalankan hidup kami dengan arah yang berbeda, dimana Nandi tetap konsisten jalan dibidang promotor musik dan juga outdoor advertising, sementara saya masuk ke dunia online. 

Bertemu dengan Nandi biasanya selalu saling update bisnis yang sedang kami kerjakan masing-masing dan melihat peluang untuk bisa melakukan bisnis bersama-sama, namun selama saya kenal Nandi kami seperti dua orang sahabat yang berbicara dengan bahasa kami masing-masing karena kami memiliki ketertarikan terhadap bisnis yang totally berbeda.

Kami tidak terlalu sering bertemu, namun karena setiap kali bertemu selalu saja ada cerita baru maka saya bisa membaca berkembangnya kedewasaan cara kami berfikir dalam menjalankan hidup kami masing-masing dari perjalanan hidup dan pekerjaan yang kami jalankan tentunya. Dengan bertambahnya usia kami, perubahan status dari mulai menikah, punya anak, dan membesarkan anak, terlihat dari concern kami yang sama terhadap seperti apa pekerjaan yang cocok dengan kehidupan kami masing-masing.

Pertemuan kami pada minggu lalu membuat kami berdua menyadari bahwa kebahagiaan dalam menjalani kehidupan itu bukanlah lagi ditentukan dari hanya menjalankan pekerjaan yang kita cintai. Kebahagian dalam kehidupan itu bisa dicapai jika kita bisa membuat orang-orang yang kita cintai ikut berbahagia. Dan hal ini membuat sebuah pekerjaan (yang tadinya kita jalankan karena kita cintai) menjadi tidak lagi jadi masalah (apakah kita mencintainya ataupun tidak) jika hasil yang bisa kita dapatkan dari pekerjaan tersebut bisa membuat orang-orang yang kita cintai ikut berbahagia.

Perubahan pola pandang tersebut yang kami sepakati sebagai kedewasaan berfikir, kedewasaan pola pandang dalam menjalankan tanggung jawab kita sebagai kepala keluarga.

Sejak pertemuan tersebut saya bisa melihat lebih terang kedepan 🙂

Foto: Shutterstock

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s