Mengembangkan Kreativitas Dengan Teknologi Berjejaring


Bagi teman-teman yang memang berkecimpung di dunia digital sebuah keterhubungan antar manusia merupakan sebuah hal yang biasa. Penetrasi luar biasa dari teknologi pada masyarakat kita membuat perlahan tapi pasti keterhubungan tersebut terbangun. Pertanyaannya apakah sudah bisa kita mulai menggantungkan hidup pada jejaring yang terbentuk ini? Jika kita bisa melihat dari sudut pandang yang lebih luas maka jawabannya adalah belum. Masih banyak anggota masyarakat pengguna teknologi digital yang belum memanfaatkannya lebih dari sekedar alat komunikasi. Hal itulah yang ingin saya bahas di sini. 

Di era digital berjejaring itu sangat penting. Dengan bantuan teknologi digital, jejaring terbentuk seperti cendawan dimusim hujan. Namun menemukan dan memanfaatkan jejaring yang ada untuk keberlangsungan hidup adalah lain persoalan. Bukan hanya masalah jejaring namun bagaimana kita bisa terkoneksi secara optimal.Koneksi itu penting. Koneksi jadi salah satu tulang punggung didunia digital ini. Baik koneksi interpersonal, antar disiplin ilmu, sejarah, saat ini dan masa depan. Itu baru bicara tentang menemukan jejaring yang tepat dan memanfaatkannya. Belum bicara membangun jejaring tersebut (nanti kita bahas dilain blog post ya).

Jejaring adalah kumpulan dari ribuan koneksi yang terbentuk karena adanya ketertarikan yang sama. Kita bisa mendapatkan gambaran yang lengkap tentang hubungan antar koneksi yang terbentuk secara lengkap dengan perspektif yang inovatif jika kita bisa memetakan koneksi yang terbentuk itu. Atau kita sendiri yang membuatnya. Layaknya seorang dirigen yang memilih sendiri anggota orkestranya yang disesuaikan dengan komposisi yang hendak dibawakan.

Dalam salah satu bukunya yang berjudul “Jadilah Warga Dunia”, Eileen Rachman seorang pakar SDM yang juga pemilik perusahaan konsultan SDM bercerita tentang Handry Satriago, CEO GE Indonesia yang dalam salah satu presentasinya menganjurkan kita untuk membaca novel agar pikiran kita bisa lebih cair, tidak terkotak-kotak dan bergaris-garis. Ini juga memungkinkan kita untuk bisa menghubungkan disiplin ilmu yang satu dengan yang lainnya didalam pikiran. Yang hasilnya adalah kemampuan yang lebih baik dalam mengembangkan ide baru, berinovasi, juga mengambil keputusan ditempat kerja. Tanpa peran serta otak kanan, otak kita tak akan bisa membuat koneksi. Oleh karena itu sangat penting bagi kita mulai menyeimbangkan kedua fungsi otak tersebut ketimbang terus menerus bersembunyi dibalik tembok kemampuan diri.

Mengakhiri tulisan ini saya akan menyertakan sebuah quote dari Steve Jobs yang menyebutkan:

“Creativity is just connecting things. When you ask creative people how they did something, they feel a little guilty because they didn’t really don it, they just saw something. It seemed obvious to them after awhile. That’s because they were able to connect experiences they’ve had and synthesize new things”

Iklan

2 pemikiran pada “Mengembangkan Kreativitas Dengan Teknologi Berjejaring

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s