Setelah transit selama sekitar 4 jam di bandara Changi, pada tengah malam di pergantian tanggal 26 – 27 Maret kami berangkat dengan masih menggunakan pesawat berbadan lebar Singapore Airlines jenis A380-800. Kebetulan seat kami ada di business class yang letaknya ada di upper deck. Tahu gak apa artinya perjalanan melewati malam? Ya betul…tidur enak 🙂 

Bandara Changi dikenal sebagai bandara yang dikelola dengan baik terutama untuk hal-hal yang menyangkut keberlangsungan ekosistem bisnis didalamnya. Salah satu bentuk effort yang mereka lakukan adalah memberikan voucher belanja sebesar S$20 yang harus dihabiskan sebelum tanggal 31 Maret 2017. Yang artinya buat rombongan kita adalah ya harus digunakan selama kita sedang transit di bandara Changi tersebut. Mengapa? Karena kita akan kembali ke Jakarta setelah tanggal 31 Maret 2017 yang artinya voucher belanja tersebut akan hangus jika tidak digunakan. Ingin tahu apa yang saya belanjakan? Buku berjudul The Art Of Creative Thinking karya Rod Judkins seharga S$18.64 (plus tax S$19.90) yang saya beli di toko buku Times.

Perjalanan malam menuju Frankfurt ini saya gunakan sebagian waktunya menonton film (The Edge of Tomorrow) dan menulis blog dengan perangkat Samsung Galaxy A9 pro yang memang saya bawa untuk kebutuhan menangkap ide tulisan dengan cepat. Sampai sebelum tidur saya berhasil bahkan merampungkan sebuah blog post untuk dipublish saat mendapatkan koneksi internet yang lalu dilanjutkan dengan menulis blog post yang sedang kalian baca ini saat bangun tidur.

Tak banyak yang bisa dilakukan didalam pesawat selain menikmati saluran entertainment, baca buku, blogging, vlogging dan tidur. Saya memilih untuk being productive dengan membaca, blogging, sedikit video shoot untuk vlog dan tentu saja kegiatan recharging my body dengan tidur.

Bagaimana dengan kalian saat travelling diatas pesawat? Care to share?

Ps: Oh iya….being a business class passenger di Singapore Airlines itu artinya kita diperlakukan seperti raja, terutama saat meals…haha!