Hadirnya Masa Depan Dalam Sosok Ponsel Pintar


Apa yang dirasakan saat Anda keluar rumah dan sadar bahwa telpon genggam Anda tertinggal di rumah? Beberapa dari kita merasa ketakutan dan yang lain merasa benar-benar seperti kebingungan. Bisa kita simpulkan bahwa kita akan merasakan perasaan yang kurang menyenangkan. Smartphone saat ini telah menjadi bagian penting dalam hidup kita, suka atau tidak suka tanpa kehadirannya kita akan merasa tidak lengkap. 

Hampir semua dari kita menggunakan smartphone setiap hari untuk menyelusuri internet dan media sosial, mengecek surel, mengatur jadwal di kalender, mendengarkan musik, bermain games, menonton video, memotret, membaca berita, menulis sms dan juga setiap saat kita menggunakannya untuk fungsi awal mereka, yaitu menelpon. Kini semua aktivitas tersebut bisa dilakukan dalam satu alat. Jika kita mengingat kembali 30 tahun yang silam, beberapa aktivitas tersebut bahkan tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu kehadiran smartphone dalam hidup kita bisa disebut mengubah cara kita menjalani hidup cukup drastis.

Bagaimana Smartphone Mengubah Cara Kita Berperilaku

Mulai dari pagi-pagi buta, saat kita bangun, pertama yang kita lakukan adalah meraih smartphone kita untuk mematikan alarm yang berbunyi. Dan dengan berjalannya waktu, kita menggunakan smartphone saat menuju ke kantor, pulang ke rumah, di kamar mandi dan juga di tempat tidur. Apakah smartphone menjadikan kita semakin sosial atau justru sebaliknya?

Kita terkoneksi secara konstan dan berharap telpon genggam kita terus bersama kita setiap saat. Tentu saja hal tersebut menyenangkan, namun terus menerus ‘ada’ selama 24 jam dan 7 hari seminggu itu melelahkan. Hal tersebut seperti berkah namun juga sekaligus kutukan. “Maaf saya sedang tidak di kantor” telah menjadi alasan yang ampuh pada 25 tahun yang lalu, namun kini Anda seperti tidak pernah meninggalkan kantor.

Bagaimana Smartphone Mengubah Cara Kita Menggunakan Teknologi

Masyarakat kita cenderung menggunakan peralatan yang membuat hidup kita lebih mudah dan lebih nyaman. Menggunakan fakta ini setiap pengembangan satu alat pada industri mobile membuat beberapa alat lain akan jadi usang. Pada kasusnya telpon genggam, pada saat pemunculannya, penjualan telpon rumah, komputer desktop, kamera digital, pemutar MP3, alat GPS, dan lain-lainnya langsung drop. Beberapa tahun silam Anda pasti masih ingat ketika harus membawa semua peralatan tersebut kemana-mana.

Komputer desktop pernah jadi alat teknologi yang tidak bisa tergantikan dalam hidup kita, namun sejak 5 tahun yang lalu smartphone mulai mengambil alih posisinya. Kita masih menggunakan komputer desktop untuk mengerjakan hal-hal praktis, dimana untuk menghandle hal-hal yang bersifat emosional kita lebih memilih menggunakan smartphone.

Hadirnya Perangkat Digital Pembawa Masa Depan

Smartphone sedemikian rupa sudah mengubah cara kita menjalani kehidupan bahkan cara kita berperilaku. Kita bisa menganggap perpanjangan fungsi telpon genggam yang sedemikian rupa merambah hidup kita sudah selesai, dan tinggal yang tersisa adalah kompetisi kosmetik. Namun dugaan tersebut tidaklah benar.

Pada tanggal 29 Maret 2017 yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri undangan dari Samsung untuk acara “Samsung Galaxy Unpacked 2017”. Acara tersebut adalah acara peluncuran produk-produk baru dari Samsung Mobile yang antara lain dua buah flagship smartphone Samsung Galaxy S8 dan S8+, Samsung Gear 360 yang baru yang merupakan pengembangan dari versi terdahulu dimana pada versi terbaru ini memperkenalan resolusi 4K, dan yang terakhir adalah Samsung DeX yang mampu mengubah perangkat smartphone menjadi komputer desktop.

Menyaksikan ketiga produk baru Samsung ini diluncurkan kita seperti disajikan potongan masa depan yang nantinya akan jadi sebuah pemandangan umum dikemudian hari. Mulai dari smartphone Samsung Galaxy S8 (dan S8+) yang memadukan kecantikan desain dan teknologi serta memang diarahkan sesuai dengan pengguna saat ini, seperti misalnya pecinta selfie akan sangat nyaman dengan upgrade yang ada pada kamera depan Samsung Galaxy S8 menjadi 8 Megapixels serta bukaan diafragma F1.7 yang membuat hasil selfie memiliki ruang tajam yang sempit sehingga menghasilkan efek bokeh seperti pada kamera-kamera berlensa profesional.

Kalau sebelumnya Samsung berhasil meluncurkan Samsung Gear 360 yang masuk kategori revolusioner, maka pada saat ini diluncurkan pula penyempurnaan dari Samsung Gear 360 dengan penambahan resolusi hasil tangkapan gambar menjadi 4K. Selain itu desainnya pun dibuat lebih ramping. Dengan fitur yang ditingkatkan untuk menciptakan konten kualitas tinggi, Gear 360 baru ini lebih ringan dan ringkas, menawarkan ekosistem VR yang lebih banyak.

Produk yang terakhir yang menurut saya cukup revolusioner adalah Samsung DeX. Secara singkat produk ini adalah konverter yang mengubah smartphone kita menjadi komputer dekstop. Android UI yang didesain ulang telah dioptimalkan untuk menggunakan keyboard dan mouse serta beberapa jendela kerja dengan ukuran yang bisa disesuaikan, menu yang kontekstual dan browser versi desktop. Kolaborasi strategis antara Microsoft dan Adobe memungkinkan kompatibilitas Samsung DeX dengan aplikasi mobile Microsoft Office dan Adobe termasuk Adobe Acrobat Reader Mobile dan Lightroom Mobile, memungkinkan penggunaan tampilan antarmuka desktop yang sebelumnya tidak dapat diakses melalui smartphone.

Samsung DeX ini secara fisik berbentuk seperti docking station yang diberi nama DeX Station. DeX Station menyediakan konektivitas yang diperlukan pekerja, seperti dua slot USB 2.0, Ethernet, USB type-C power-in dan kipas pendingin. DeX Station juga menampilkan teknologi Adaptive Fast Charging(AFC) technology untuk mengisi baterai smartphone Samsung Anda dengan cepat kala tersambung.

Jadi secara keseluruhan, saya seperti melihat datangnya masa depan ketika saya disuguhi oleh produk-produk yang diluncurkan oleh Samsung pada tanggal 29 Maret 2017 kemarin. Selain sebagai produk penunjang fashion pun smartphone Samsung Galaxy S8/S8+ memiliki nilai tersendiri karena keindahannya. Plus fungsionalitas yang benar-benar membuat hidup kita dimanjakan.

PS: Tulisan ini dimuat juga di harian Kompas pada kolom Kompas Klass tanggal 8 April 2017 dengan versi yang sudah di edit

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s