Bukti Negara Kita Tidak Tidur


Pada hari ini pemerintah Indonesia melakukan langkah yang menurut saya cukup mendobrak yakni membubarkan organisasi massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Saya tidak akan memberitakannya lagi namun ingin membahas betapa langkah ini memberikan pembuktian setidaknya dimata saya pemerintah kita masih punya ketegasan terhadap hal-hal yang sifatnya mengancam persatuan dan kesatuan negara kita. Mungkin juga kalian sependapat dengan saya. 

Mengapa saya menyebut langkah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia ini dengan istilah “mendobrak”, karena sudah sekian lama ormas-ormas yang nyeleneh bertumbuhan di negara kita ini dan bertingkah laku seperti merekalah pemilik negera ini namun tidak sekalipun pemerintah bergeming. Sampai-sampai banyak yang berpikir bahwa memang sudah seharusnya rakyat tunduk terhadap para ormas tersebut, dan perasaan tertindas dan tidak aman yang membuncah terpaksa harus dipendam dalam-dalam demi cinta kita terhadap negara ini.

Memang tidaklah mudah untuk bersikap menghadapi ormas-ormas dimana mereka bisa menggunakan agama sebagai tameng. Jangankan di Indonesia, pemerintah Jerman sampai saat inipun tidak pernah melarang ormas Neo-Nazi walaupun kita semua tahu betapa hancurnya Jermas dibuat Nazi saat Adolf Hitler, pemimpin mereka berkuasa, walaupun desakan untuk makin kuat dirasakan. Juga di Amerika Serikat, pemerintahnya butuh berpuluh tahun untuk bisa menjadikan organisasi pembenci kulit berwarna Ku Klux Klan dilarang di negara mereka. Namun memang pada satu titik nalar manusia kita semua semua setuju bahwa begitu kaidah-kaidah dan hak-hak kemanusiaan dilanggar maka bila tidak ada tindakan apapun maka pertanyaan tentang keberadaan negara yang bisa memastikan rakyatnya ada dalam keadaan aman dan sejahtera akan makin dipertanyakan.

Mengapa perlu pemikiran panjang untuk membubarkan HTI? Karena HTI menggunakan agama yang memiliki penganut terbesar di negara ini. Karena dinegara ini begitu ada sesuatu yang dibalut agama maka semua jadi sungkan untuk mencari tahu. Karena dinegara ini banyak orang yang tidak menyukai kekerasan namun tidak suka juga bersuara, oleh karena itu banyak yang menggunakan kekerasan dengan berbalut agama untuk bisa membungkam dan membuat banyak orang mengikuti apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu sangat bisa dimengerti jika pemerintah bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan penting seperti membubarkan sebuah ormas berbasis agama seperti HTI ini.

Mengapa HTI akhirnya dibubarkan? Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam UU Ormas. Selain itu, HTI juga secara terbuka mengemukakan niatan mereka untuk mengganti dasar negara Republik Indonesia (Pancasila). Jika kita perhatikan sebenarnya HTI ini tak jauh berbeda dengan ISIS yang juga menggunakan istilah Khilafah Islamiyah, walaupun mereka ada dalam situasi dan kondisi yang berbeda tentunya yaitu mereka tidak menggunakan senjata seperti yang dilakukan ISIS.

Lalu pertanyaan yang muncul adalah apakah dengan pembubaran ormas ini lalu bisa disebut matinya demokrasi? Well tidak bisa langsung disebut begitu, karena demokrasi itu seharusnya berpijak pada landasan kemanusian, hak dasar warga negara, kesetaraan dan mengikuti konstitusi sebuah negara tentunya. Sehingga jika ada ormas yang lalu melanggar hal-hal yang disebut diatas apalagi menggunakan intimidasi dan kekerasan, maka kita tidak perlu lagi membahas definisi demokrasi, ormas tersebut sah untuk dibubarkan. Dalam kerangka dasar demokrasi, kebebasan berbicara dan berorganisasi memang dijamin yaitu dengan maksud memberikan ruang bagi siapa saja untuk bisa berpendapat serta memperjuangkan hak dasar sebagai manusia. Sedangkan apa yang diperjuangkan HTI tidak memiliki relevansi dengan perjuangan hak dasar manusia, dimana mereka memperjuangan sistem yang didasari oleh supremasi golongan tertentu atas golongan lainnya. Ini bertentangan dengan konstitusi negara kita dan juga mengancam keragaman serta kemanusiaan.

Seperti yang saya singgung diawal tulisan, hari ini menjadi hari yang bersejarah sekaligus pembuktian bahwa NKRI yang berdasarkan Pancasila tidak diam. Memang lambat reaksinya namun harus disyukuri akhirnya tindakan tersebut dilaksakan dibawah pimpinan Presiden Jokowi.

Mudah-mudahan ini bisa jadi awal berkurangnya sikap ketidak-acuhan pemerintah atau ketakutan mereka untuk bersikap kedepannya.

Foto: CNN Indonesia

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s