“Pengalaman adalah guru yang terbaik”, saya yakin kita semua pernah mendengar kalimat ini. Sebuah kalimat yang seharusnya memberikan motivasi bahwa pengalaman yang kita dapati selama kita menjalani hidup adalah guru terbaik bagi kita untuk menjalani kehidupan selanjutnya. 

Manusia lahir didunia dengan seperangkat kemampuan adaptasi yang luar biasa. Selain kemampuan naluri untuk hidup, kita juga dikarunia oleh kemampuan untuk meniru dan mempelajari yang luar biasa pula. Oleh karena itu peran lingkungan bagi perkembangan manusia sangatlah krusial karena lingkungan sekitarlah “sekolah” alami bagi kehidupan mereka. Rasanya saya tidak perlu memberikan contoh lagi, kalian bisa menggalinya sendiri di mesin-mesin pencari di dunia online untuk bisa mendapatkan contoh-contoh kasus yang baik.

Terus terang blogpost pagi ini saya tulis dengan perasaan khawatir yang cukup kuat setelah pengadilan memutuskan menjatuhkan hukuman 2 tahun pada bapak Basuki Tjahaja Purnama. Sebut saja saya terlalu sensitif namun saya yakin bukan hanya saya yang memiliki kekhawatiran seperti ini. Kasus yang disebut dengan penistaan agama pada pak Basuki akan membuat semua orang akan merasa resisten untuk membicarakan agama. Para orang tua akan lebih kuat membentengi anak-anak mereka untuk berbicara tentang agama terutama yang menyangkut agama selain yang mereka anut. Agama akan menjadi sesuatu yang kaku dan ditakuti karena resiko salah bicara yang tak termaafkan, walaupun kita tahu bahwa Allah SWT yang menurunkan agama adalah Maha Penyayang dan Maha Pemaaf, sayang banyak penganutnya yang lebih suka bersikap sebaliknya. Benteng-benteng antar agama akan dipertebal untuk menjaga kesalahan seperti yang terjadi pada pak Basuki dan juga seharusnya jika hukum ditegakkan secara konsisten harusnya diberlakukan juga pada semua kesalahan-kesalahan yang sama yang dilakukan oleh orang lain.

Kejadian kemarin berhasil membangun trauma baru pada bangsa ini. Pihak-pihak intoleran yang berfikiran sempit berhasil menularkan rasa intoleransi mereka dengan menggunakan dasar keadilan versi sepihak. Saya pikir kita semua akan bertanggung jawab jika membiarkan bangsa ini terbangun saat semuanya sudah terlambat. Saya berharap dugaan saya itu salah.

Mari tetap kita jaga keutuhan bangsa ini diatas kebhinnekaan yang memang sudah jadi kodrat dari Tuhan. Semoga Allah SWT bisa menjaga kita semua….Amiiien