Vonis dari Dokter (dan apa yang harus dilakukan)


Dalam kurun waktu sebulan yang lalu adalah waktu dimana saya memasuki babak baru dalam kehidupan saya. Walaupun kesadaran diri sudah mulai muncul dalam setahun ini namun bulan-bulan belakangan ini saya seperti dicolek dan diingatkan oleh Yang Maha Kuasa bahwa sudah saatnya saya mulai memperhatikan kondisi tubuh saya jika ingin nanti ada di samping anak kami saat ia menyelesaikan kuliah, saat pertama kali ia dapat kerja, saat ia putus pertama kali sama pacarnya, saat pertama kali ia memutuskan untuk menikah, saat pertama kali ia menggendong anak, dan seterusnya dan seterusnya. 

Menjalani kehidupan itu seperti meluncur di sungai beriak penuh batu dengan perahu karet di sungai Citarik. Excitement, challenge, kegembiraan dalam menjalani bergumul jadi satu sampai kita seringkali lupa bahwa waktu ada batasnya. Beberapa orang tidak diberikan kesempatan untuk bisa sadar akan batas ini dan yang lain cukup peka. Dan saya yakin sekali bahwa kesempatan ini tidak banyak, dan sangat bergantung pada diri kita sendiri bagaimana menyikapinya. Kesempatan untuk sadar inilah yang saya rasakan dalam bulan-bulan terakhir sampai akhirnya dua hari lalu saya mendapatkan vonis dari dokter saat check up bahwa kadar gula darah saya melebihi ambang batas rata-rata dalam waktu 3 bulan kebelakang. Yang artinya secara resmi saya bisa dibilang menderita diabetes.

Menjaga kendaraan kita

Bagi kalian yang memiliki kendaraan bermotor, kalian pasti sangat paham bahwa kendaraan bermotor itu akan awet jika kita rajin merawatnya. Mengganti oli mesin secara berkala, membersihkan, memeriksa kaki-kaki, kanvas rem, dan sebagainya. Begitu juga tubuh kita. Yak saya selalu menganalogikan tubuh kita ini sebagai “kendaraan” yang kita gunakan sejak kita lahir dari rahim ibu kita sampai sekarang.

Dalam kasus saya, “kendaraan” yang saya gunakan artinya mendekati separuh abad umurnya. Jika saya lihat kebelakang saya sangat jarang memperhatikan dan memelihara “kendaraan” saya ini. Saya jarang olahraga, pola makan juga tidak diatur, tidur juga seenaknya (cenderung ngalong if you know what I mean). Kembali lagi ke analogi kendaraan tadi, jika tidak pernah dirawat ya pasti akan cepat masalah part-partnya. Sehingga saya bisa menerima vonis bahwa saya menderita diabetes yang diberikan oleh dokter tersebut.

Apa yang harus saya lakukan?

Dokter bilang sesaat setelah membacakan vonis bagi saya,

“Penderita diabetes itu jika ia sadar dan ingin tetap melanjutkan kehidupan dengan normal, punya kecenderungan jauh lebih sehat ketimbang orang yang tidak menderita diabetes lho. Mengapa? Karena mereka harus mengubah pola makan dan menjalani hidup sehat. Sedangkan orang yang tidak menderita diabetes kebanyakan masih take for granted pada tubuh mereka”

Lalu apa yang saya lakukan menurut dokter? Selain minum obat rutin, sayapun harus berolahraga rutin (minimal 30 menit sehari jalan pagi, minimal 5 hari dalam seminggu). Untuk pola makan, dokter merujuk ke ahli nutrisi dimana saya akan berkonsultasi di hari Sabtu ini. Untuk olahraga sih sebetulnya saya sudah melakukannya dengan rutin dengan takaran yang berbeda, yaitu 2 hari sekali dengan bersepeda selama 1 jam, yang artinya saya tidak perlu merubah kebiasaan saya tersebut namun menambahnya dengan jalan pagi selama 30 menit dihari-hari dimana saya tidak bersepeda….:-)

Well, everything’s new to me….anggap saja blogpost ini awal dari topik baru di blog ini yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kalian para pembaca ya? Jangan kuatir, topik-topik lain tidak akan berhenti kok. 😀

Iklan

3 pemikiran pada “Vonis dari Dokter (dan apa yang harus dilakukan)

  1. Gaya hidup sehat memang harus selalu dijaga dengan banyak minum air putih, konsumsi buah dan sayuran serta cukup istirahat. Semoga bisa kembali normal ya gula darahnya Mas Win😃🙏

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping balik: 294 ke 136…Ini Baru Awal | bangwin.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s