Keseimbangan Asupan & Konsultasi dengan Dokter Gizi


Kemarin adalah jatah saya untuk bersepeda setelah sehari sebelumnya saya sudah melakukan 30 menit jalan cepat (briskwalking – bukan jalan kaki pake Brisk lho ya…hahaha). Siangnya saya memang berencana untuk ke PMI Senayan City untuk donor darah. Tidak ada keluhan apa-apa pagi itu setelah bersepeda hanya saya merasa jauh lebih lelah daripada yang saya biasanya saya rasakan walaupun jarak yang ditempuh saat bersepeda lebih pendek dari biasanya. Ada apa ini? 

Terhuyung-huyung

Tepat pukul 1 siang, saya tiba di PMI Senayan City, langsung di cek tekanan darah dan setelah itu langsung mendonorkan darah saya sebanyak 350cc. Sebelumnya saya bilang ke petugasnya bahwa saya baru saja divonis diabetes untuk mengonfirmasi saja, dan memang petugasnya pun bilang tidak apa-apa. Sampai saat itu kelelahan sehabis olahraga masih belum berkurang. Ini agak aneh menurut saja, padahal saya sudah makan siang. Petugas PMI masih menanyakan saat saya masih terbaring untuk donor darah apakah saya merasa pusing atau tidak, dan saya jawab tidak. Sempat kejadian darah masih keluar dari bekas lubang suntik tempat lengan saya donor darah, dan darahpun membasahi lengan kemeja saya yang membuat saya harus mencucinya di wastafel dengan tubuh agak membungkuk, setelah bersih begitu saya menegakkan badan sontak pandangan saya menyemut dan saya terhuyung-huyung sampai akhirnya oleh dua orang petugas saya didudukkan kembali. disuruh rebahan lalu kaki saya diangkat agar aliran darah bisa memenuhi kepala sampai sekitar 1-2 menit, sampai tangan saya kembali menghangat dan tubuh saya mulai berkeringat.

Setelah beberapa saat lalu saya pamitan untuk melanjutkan perjalanan saya. Saya masih bingung dan berpikir apa yang terjadi? Dan lalu saya ingat tentang diet yang saya lakukan sendiri (tidak makan nasi sama sekali) dengan kemungkinan ketidak seimbangan nutrisi asupan yang membuat tidak hilangnya kelelahan saya dan disertai sempoyongan. Bisa jadi itu penyebabnya namun bisa jadi bukan itu, dan saat itu pulalah saya merasa bersyukur karena saat saya selesai berkonsultansi dengan dokter ahli penyakit dalam (internis) di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya beberapa hari lalu (untuk urusan gula darah saya yang meninggi) saya membuat janji dengan dokter ahli gizi (nutrisionis) pada hari ini.

Bertemu dengan dokter ahli gizi

Pagi ini saya bertemu dengan dokter ahli gizi, dan saya menceritakan apa yang terjadi yang sudah saya paparkan di atas. Setelah ia bertanya kebiasaan makan saya dan kemudian menghitung keseimbangan asupan nutrisi dari semua yang saya makan, maka dengan jelas dokter bilang bahwa keseimbangan nutrisi asupan saya yang jadi masalah. Saya jadi terlalu takut dengan gula (dan itu wajar bagi penderita diabetes awal) dan terlanjur mengavoid masuknya segala macam gula kedalam tubuh, dimana sebenarnya tubuh kita juga butuh gula (glukosa) yang perlu dilakukan oleh para pengidap diabetes adalah mengatur kadar gula dalam tubuh.

Mengapa saya harus mengatur asupan gula?

Itu adalah pertanyaan yang saya ajukan ke dokter tadi pagi, karena seharusnya tubuh punya sebuah mekanisme atau alat untuk menetralisir kadar gula dalam tubuh bukan? Dokter menjelaskan bahwa setiap manusia punya yang namanya pankreas yang tugasnya adalah menghasilkan insulin, insulin ini yang mengubah glukosa dalam darah untuk dijadikan energi pada tiap-tiap sel yang kita miliki. Problem pada penderita gula darah adalah:

  • Pankreasnya bermasalah sehingga tidak mencukupi dalam memproduksi insulin. Sehingga penderita harus secara rutin menyuntikkan insulin kedalam tubuh. Biasanya ini disebut dengan Diabetes Melitus Type 1 (DM1)
  • Pankreasnya tidak bermasalah, namun karena gaya hidup dan pola makan maka receptor tidak bisa menerima gula yang dibawa oleh darah. Alhasil sel-sel tubuh (termasuk yang ada di otot) akan mengambil cadangan gula pada lemak untuk dijadikan energi. Biasanya ini disebut dengan Diabetes Melitus Type 2 (DM2)

Pada kedua jenis diabetes ini salah satu symptom yang terlihat adalah turunnya berat badan secara drastis karena sel-sel tubuh mengambil energi dari cadangan lemak yang ada, dikarenakan gula dalam darah tidak terdistribusi dengan baik ke sel. Dalam halnya saya, berat badan saya turun 3 kg dalam waktu 10 hari. That’s freak me out.

Dengan terganggunya fungsi pankreas ataupun reseptor ini maka tugas untuk mengontrol gula dalam darah harus kita ambil alih yaitu dengan menyuntikkan insulin untuk penderita DM1 lalu keduanya (DM1 dan DM2) harus mengatur pola makan serta berolahraga secara rutin (5 kali dalam seminggu selama minimal 30 menit). Saya tidak menyuntikkan insulin sih tapi harus mengontrol pola makan dan olahraga.

Untuk mengubah pola makan, dokter ahli gizi memberi meal plan yang harus saya ikuti agar kadar asupan gula saat kita makan bisa terjaga, selain olahraga rutin yang sudah saya singgung di atas. Dan satu lagi saya harus cek gula darah secara rutin seminggu sekali dalam dua minggu ini sebelum kontrol lagi. Oh iya, saya pun mendapatkan obat dari internis untuk pengontrolan gulanya

Kira-kira begitu ceritanya, maaf ya saya bercerita dalam blog ini agar bisa mendokumentasikan apa yang saya dapat dari dokter juga. Jika ini bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian sebagai tambahan pengetahuan ya Alhamdulillah juga sih 🙂

Iklan

Satu pemikiran pada “Keseimbangan Asupan & Konsultasi dengan Dokter Gizi

  1. Ping balik: 294 ke 136…Ini Baru Awal | bangwin.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s