Kontrol Imajinasimu


Ada berita yang mungkin mengecewakan bagi para pengguna Instagram, yaitu berdasarkan riset yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health yang melibatkan sekitar 1500 remaja dan anak muda membuahkan hasil bahwa Instagram adalah jejaring sosial terburuk untuk kesehatan mental dan kesejahteraan. Selain menjadi platform untuk bisa mengekspresikan diri dan mengangkat identitas, dalam kesimpulan riset tersebut disebutkan juga Instagram dihubungkan dengan tingginya tingkat kecemasan (anxiety), depresi, bullying serta FOMO (fear on missing out) alias takut ketinggalan/kurang update. 

Ok….lupakan sejenak Instagram, mari kita bahas sedikit tentang foto yang menjadi konten utama Instagram serta juga beberapa media sosial lainnya. Pernah dengar atau baca statement ini:

“A Picture Paints A Thousand Words”

Kalau kita ambil definisinya dari beberapa situs kamus yang ada di mesin pencari maka kalimat diatas ini memberikan pengertian bahwa sebuah gambar itu bisa menceritakan jauh lebih jelas ketimbang tulisan. Betul demikian? Bisa betul namun bisa jadi saking banyaknya pengertian yang bisa disampaikan oleh sebuah gambar maka bukannya makin jelas namun malah makin membingungkan. Mengapa demikian? Ya sama halnya dengan pendefinisian yang bisa kita ambil dari foto dari sebilah pisau, dimana ada yang mendefiniskannya sebagai alat bantu memasak, namun ada juga yang mendefinisikannya sebagai senjata yang bisa membunuh. Keduanya benar tergantung konteks dan topik yang sedang dibicarakan.

Mengapa sebuah foto bisa jadi berbahaya jika dilepaskan tanpa ada kejelasan tentang konteks pada foto tersebut? Karena yang melihat foto tersebut terpaksa untuk menerjemahkan sendiri cerita yang ada dalam foto tersebut. Ini yang seringkali terjadi pada media sosial yang akhirnya sebuah foto diberi cerita berdasarkan imajinasi yang dikembangkan sendiri lalu disebarkan. Saya ambil contoh ya, mungkin ada yang familiar dengan foto di bawah ini?

Foto diatas ini sedang viral di beberapa media sosial, dan banyak orang menertawakan kejadian yang tergambar pada foto tersebut. Mereka mengira kedua mobil tersebut berebutan masuk gerbang tol sehingga terjepit. Padahal kejadian sebenarnya bukanlah demikian. Namun karena foto tersebut dibiarkan berkelana secara viral maka para netizen jadi banyak yang berimajinasi menyangka bahwa kedua mobil tersebut berebutan masuk gerbang tol, sehingga menuai tertawaan, cercaan, hinaan di dunia maya.

Kejadiannya sebenarnya terjadi pada hari Kamis (25/5/2017) siang adalah hanya sebuah insiden kecil, dikarenakan rem mobil Daihatsu Zebra blong sehingga tidak bisa menahan laju mobil dan menerobos ke samping mobil Honda CRV yang sedang di pintu tol dekat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Masalahnya pun langsung diselesaikan di tempat atau atur damai dengan dimediasi petugas tol dan petugas PJR, sehingga tidak berbuntut panjang.

Kejadian pembubuhan cerita yang dikembangkan berdasarkan imajinasi pada sebuah foto ini sering terjadi di dunia maya, sehingga banyak bermunculan foto-foto yang dianggap hoax yang merugikan banyak orang.

Kembali ke Instagram. Apa relevansinya kisah diatas dengan Instagram atau media sosial lainnya?  A picture paints a thousand words….kenyataan ini membuat banyak pengguna Instagram berlomba-lomba untuk memposting foto yang bagus yang membius dan menginspirasi banyak follower agar bisa juga memposting yang bagus dengan cara apapun. Bahkan ada beberapa Instagramer yang set a scenario agar bisa terlihat keren di Instagram. Anything to look cool! Play with your imagination.

Apapun media sosialnya, foto memiliki kekuatan yang sama yaitu memberikan gambaran yang lebih beragam ketimbang teks, namun kita harus hati-hati untuk tidak terjebak dalam imajinasi yang tak terkontrol.

 

Iklan

4 pemikiran pada “Kontrol Imajinasimu

  1. Topiknya keren, Bang. Ini benar dan ga tau kapan hilangnya. Kebanyakan pengguna social media senang sekali bermain-main dengan imajinasi mereka sendiri. Ada yang mau jadi hero, villain, atau peacemaker.

    Makanya sang penerbit gambar, sebaiknya sertakan teks baik di bagian caption atau masukkan tulisan tersebut ke dalam gambar (udah banyak app yang bisa bantu gini, contohnya Aviary). Atau kalau misalnya kiranya ada gambar yang sudah disalahartikan dan disalahgunakan social media, tinggal tap/klik di “Report”.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s