Kesempatan Kedua: Pola Hidup Baru


Masih banyak yang merasa saya ‘menderita’ karena kondisi diabetes yang saya alami ini ternyata ya. Terbukti dari komen-komen di media sosial yang berusaha menenangkan saya, memberikan nasehat-nasehat yang sifatnya relieving dan lain sebagainya. Well, thanks guys, I do really appreciate your kind words. Namun dengan demikian saya seperti memiliki hutang untuk menjelaskan bagaimana pandangan saya terhadap kondisi yang saya alami saat ini dan bagaimana seharusnya teman-teman lainnya menghadapi kondisi khusus yang mereka hadapi seharusnya. 

FYI, saya cuman sedih saat saya lalai dalam mengontrol kondisi tubuh saya selama ini sih. Begitu sudah tahu caranya untuk bisa mengontrolnya, tidak ada lagi kesedihan tersebut….hihihihi. Apakah saya missed dengan pola kehidupan lama saya? Not at all, I’m quite happy with my new healthy life style.

Menata ulang pola hidup

Terus terang saya merasa diberikan kesempatan kedua untuk menjalani hidup ini dengan baik dan benar. Dimana yang tadinya saya memperlakukan tubuh ini secara take for granted, setelah adanya masalah kadar gula darah yang tinggi ini membuat saya kini jauh lebih memperhatikan kesehatan. Berat badan saya sekarang berkisar antara 72 – 75 kg, jauh dibawah rata-rata berat badan saya dijaman dulu, yaitu tidak pernah kurang dari 85 kg. Menurunkan berat badan adalah proses yang tidak mudah dan saya tidak pernah mimpi untuk bisa kembali ke kisaran berat ideal saya seperti sekarang. Lalu apa yang akan saya lakukan? Tentunya saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua ini.

Setelah pola makan sudah berhasil saya atur (saya sudah mengurangi mengonsumsi karbo sederhana seperti nasi putih dan juga gula jadi super sedikit), maka sekarang saya berniat untuk memperbaiki bentuk tubuh peninggalan masa gemuk dulu (perut dan lengan bergelambir serta otot yang kecil). Saya akan ceritakan langkah-langkah yang saya ambil yang mudah-mudahan bisa juga diambil manfaatnya bagi kalian semua pada blog post berikutnya ya.

Foto: Tyas Handayani

Iklan

3 pemikiran pada “Kesempatan Kedua: Pola Hidup Baru

  1. Keren Bang! sikap yang positif bakal sangat membantu usaha kita mengontrol diabetes.
    Biasanya ada 2 reaksi yang salah ketika seseorang baru saja mendapati dirinya “menderita” diabetes:
    a. Menolak untuk percaya: “Ah perasaan sehat2 aja.. hasil tes-nya salah tuh” 😀
    b. Suicidal: “Ngapain lah pakai pantang2 segala, hidup cuma sekali, nikmatin aja.. toh ajal ada di tangan Tuhan”
    Gue type 1 btw.. baru nyadarnya tahun 2008! – Untungnya, sebagai desainer produk, sudah terbiasa untuk menganalisa suatu masalah secara metodikal, jadi waktu itu bukannya “down”, tapi malah semangat cari info sebanyak-banyaknya dan melakukan eksperimen ke diri sendiri untuk mendapatkan rasio antara pola makan, kegiatan dan pasokan insulin yang paling sesuai.

    Disukai oleh 1 orang

    • Thanks Noro, Iya bagi gw pribadi sih kontrol pada diri itu penting banget, dan to be honest justru dengan bisa mengetahui kondisi tubuh kita itu lah maka kita diberikan kesempatan untuk memperbaiki atau mengambil sikap yang terbaik bagi diri kita sendiri. Banyak orang yang mengasihani kita yang mereka anggap sebagai “penderita”, namun gw pikir kenapa harus dikasihani ya? Kita sama saja dengan orang lain hanya saja punya kondisi yang berbeda dimana menuntut kita agar melakukan hal-hal yang berbeda kok. That’s all….:-)

      Suka

  2. Ping balik: Cara Saya Menjalani Pola Hidup Baru | bangwin.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s