Masih banyak yang merasa saya ‘menderita’ karena kondisi diabetes yang saya alami ini ternyata ya. Terbukti dari komen-komen di media sosial yang berusaha menenangkan saya, memberikan nasehat-nasehat yang sifatnya relieving dan lain sebagainya. Well, thanks guys, I do really appreciate your kind words. Namun dengan demikian saya seperti memiliki hutang untuk menjelaskan bagaimana pandangan saya terhadap kondisi yang saya alami saat ini dan bagaimana seharusnya teman-teman lainnya menghadapi kondisi khusus yang mereka hadapi seharusnya. 

FYI, saya cuman sedih saat saya lalai dalam mengontrol kondisi tubuh saya selama ini sih. Begitu sudah tahu caranya untuk bisa mengontrolnya, tidak ada lagi kesedihan tersebut….hihihihi. Apakah saya missed dengan pola kehidupan lama saya? Not at all, I’m quite happy with my new healthy life style.

Menata ulang pola hidup

Terus terang saya merasa diberikan kesempatan kedua untuk menjalani hidup ini dengan baik dan benar. Dimana yang tadinya saya memperlakukan tubuh ini secara take for granted, setelah adanya masalah kadar gula darah yang tinggi ini membuat saya kini jauh lebih memperhatikan kesehatan. Berat badan saya sekarang berkisar antara 72 – 75 kg, jauh dibawah rata-rata berat badan saya dijaman dulu, yaitu tidak pernah kurang dari 85 kg. Menurunkan berat badan adalah proses yang tidak mudah dan saya tidak pernah mimpi untuk bisa kembali ke kisaran berat ideal saya seperti sekarang. Lalu apa yang akan saya lakukan? Tentunya saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua ini.

Setelah pola makan sudah berhasil saya atur (saya sudah mengurangi mengonsumsi karbo sederhana seperti nasi putih dan juga gula jadi super sedikit), maka sekarang saya berniat untuk memperbaiki bentuk tubuh peninggalan masa gemuk dulu (perut dan lengan bergelambir serta otot yang kecil). Saya akan ceritakan langkah-langkah yang saya ambil yang mudah-mudahan bisa juga diambil manfaatnya bagi kalian semua pada blog post berikutnya ya.

Foto: Tyas Handayani