#KeluargaBangwin Berangkat Memulai #JapanTrip


Seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa kami memulai perjalanan kami ke Jepang pada tanggal 15 Agustus 2017 dan ini adalah blogpost pertama dari serial blogpost pertama dari serial post tentang #KeluargaBangwin ke Tokyo dalam #JapanTrip (kedua hashtag ini saya pergunakan di media sosial agar mempermudah penemuan topik terkait nantinya). 

Keberangkatan

Tidak ada yang terlalu spesial dengan keberangkatan kami, dimulai dari persiapan persiapan keberangkatan sampai hari keberangkatan (tanggal 15 Agustus 2017) yang hanya memakan waktu 2 hari. Flight kami (dengan Garuda) take offnya jam 23:50, supaya tidak repot, Atok (kakek) nya Evan (anak kami) dihari keberangkatan mengajak Evan tidur siang cukup lama, yaitu sekitar 2 jam, agar saat kami ke bandara nanti ia tidak terlalu mengantuk.

Karena kami ingin sampai di bandara Soekaro-Hatta (Soetta) 2 jam sebelum keberangkatan maka kami memesan taksi Bluebird untuk datang menjemput pada jam 20:30, yak kami memilih Bluebird karena kami bisa memesannya beberapa jam sebelumnya sehingga semuanya in-control.

Nama yang berbeda (tiket dan paspor)

Pada saatnya kami berpisah dengan Atok dan 2 orang mbak kami di rumah dan sampai di bandara Soetta (Terminal 3 Ultimate) pada sekitar pukul 21:00 lalu langsung check-in di counter Garuda. Ada sedikit masalah yang tadinya kami pikir akan jadi masalah saat keberangkatan namun ternyata tidak yaitu penyantuman nama pada tiket yang berbeda dengan nama yang ada di paspor. Petugas check-in counter Garuda menyarankan pada saya untuk meminta catatan khusus (remarks) pada counter tiket agar nantinya tidak ada masalah pada imigrasi. Ya kesalahan penyebutan nama ini sering terjadi pada nama saya (yang kali ini juga terjadi pada nama Evan). Banyak orang yang tidak menganggap nama keluarga yang kami miliki (Abang pada Abang Edwin dan Abang Evandra) bukanlah nama namun sebutan, sehingga pada dokumen-dokumen dimana dibutuhkan nama lengkap malah justru nama keluarga kami tidak disertakan. Dan inipun yang terjadi pada tiket kami, dan kami lalai untuk memeriksa dan menggantinya. Anyway, this is not a serious problem so far, karena dengan segera kami bisa mengatasinya dengan meminta catatan khusus pada petugas ticketing counter.

Karena waktu masih cukup banyak tapi perut keburu keroncongan, maka kami memutuskan untuk mampir dulu di Satay Khas Senayan untuk late supper (fotonya saya gunakan di atas).

Setelah itu kami menuju ke ruang tunggu, lalu seperti yang saya singgung di awal, tidak ada hal-hal yang spesial saat berada di pesawat yang membawa kami ke bandara Haneda, Tokyo karena kegiatan yang kami lakukan selama di pesawat adalah tidur…hahaha! Yes right all of us sleep like a baby sampai waktu sarapan tiba, juga masih diatas pesawat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s