Touch Down at Haneda dan Kesalahan Pertama di Tokyo


Sekitar pukul 09 lebih pesawat Garuda yang membawa kami mendarat di bandara Haneda International. Tokyo terlihat lembab…..yak lembab, jalanan basah terlihat seperti habis hujan. Memang Jepang pada musim panas kali ini ternyata justru memiliki curah hujan yang tinggi. Beberapa teman yang bilang bahwa musim panas di Jepang itu biasanya cukup panas akhirnya pada kenyataannya menjadi musim hujan (thanks Anna Soemarmo – Cabrera atas informasinya). 

Bandara Haneda cukup bersahabat dan tidak semenakutkan seperti yang kami bayangkan dalam konteks lost in translation, walaupun memang saya mendapatkan kesan bahwa kemampuan berbahasa Inggris orang lokal justru ada pada respon mereka karena pada dasarnya saya yakin mereka mengerti.

Hal pertama yang kami lakukan setelah turun dari pesawat adalah…….ke toilet, haha, ya ini penting dan ini juga yang membuat saya untuk pertama kalinya kagum terhadap bagaimana bangsa Jepang menganggap sangat serius untuk hal-hal yang menyangkut dengan kegiatan manusia di toilet, mulai dari buang air sampai dengan urusan bebersih diri (saya akan membuat tulisan terpisah mengenai ini).

Setelah mengambil seluruh bagasi kami (kami membawa 2 bagasi besar, 1 stroller yang kami masukkan ke bagasi, dan Tyas, saya dan Evan masing-masing membawa hand-carry baggage untuk dibawa ke kabin), langkah pertama yang kami lakukan adalah membeli kartu Suica yang merupakan salah satu kartu isi ulang yang populer di Jepang (silahkan baca ulasan saya tentang kartu Suica ini)

Setelah kita mendapatkan kartu Suica, karena melihat jadwal transportasi dengan dipenuhi huruf kanji cukup memusingkan, sehingga saya memutuskan untuk bergantung pada Google Maps yang memang cukup detail menampilkan informasi peta, rute dan jadwal transportasi. Oh iya tentunya karena untuk menggunakan Google Maps kami butuh koneksi internet, maka kami menggunakan modem wifi yang kami sewa lewat biro perjalanan tempat kami membeli tiket ke beberapa wahana yang akan kami kunjungi (kami membelinya di HIS travel agent). Modem wifi tersebut bisa kami gunakan selama 8 hari dengan harga Rp. 1.763.000,- (Rp. 763.000 + deposit Rp. 1.000.000,- Depositnya bisa diambil saat kita mengembalikan modem wifi tersebut).

Cara yang paling mudah dan no brainer untuk mencapai Remm Hibiya (hotel tempat kami menginap) di daerah Ginza tentu saja menggunakan taksi, namun taksi ini adalah moda transportasi yang ada di nomer terakhir di daftar kami jika sudah tidak memungkinkan menggunakan moda transportasi publik lainnya. Mengapa? Karena mahalnya gila-gilaan…..hahahaha. Kami mendapatkan informasi bahwa biaya taksi dari bandara Haneda ke daerah Ginza itu kira-kira bisa menghabiskan biaya kira-kira sebesar 7500 – 8000 Yen, yang artinya dalam Rupiah kira-kira sekitar 1 jutaan Rupiah. Oleh karena itu kami tidak akan menggunakan taksi sebisa mungkin, dan lagian moda transportasi kereta juga sudah cukup reliable dan yang terpenting cukup murah.

Petunjuk arah Bandara Haneda ke Remm Hibiya dengan Google Maps

Google Maps menunjukkan ada beberapa opsi jika kami ingin menuju ke Remm Hibiya dengan kereta. Dan itupun Google Maps juga memberikan pilihan keberangkatan yang tercepat yaitu menggunakan monorail ke Hamamatsucho Station (19 menit perjalanan dengan melewati 7 perhentian), lalu pindah ke jalur yang dioperasikan oleh JR-East yang namanya Yamanote Line, yang harus melewati sebanyak 2 perhentian untuk bisa sampai di Yurakucho Station dimana kami harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 550 meter ( sekitar 6 menit dengan berjalan kaki) sampai di Remm Hibiya.

Kesalahan pertama di Tokyo

Nah, kesalahan pertama terjadi yaitu ketidak cermatan membaca Google Maps secara teliti. Saya tidak membaca nama platform/peron yang seharusnya kami ambil. Dari Haneda airport kami naik monorail dan turun di Hamamatsutcho Station untuk lalu pindah ke reguler train Keihin Tohoku line….kejadiannya adalah tidak teliti mengambil jalur, alih-alih naik ke jalur yang benar namun malah salah arah menuju kebalikannya sehingga kami harus turun di Tokyo Station lalu ambil arah balik di Yamanote Line yg menuju Shibuya, lalu turun di Yurakucho station dan melanjutkannya dengan berjalan kaki selama 6 menit ke Remm Hibiya hotel tempat kami tinggal selama di Tokyo. First mistake and will be our first learning in Tokyo

Jadi yang kita butuhkan agar perjalanan menggunakan kereta di Jepang khususnya Tokyo ya harus teliti, karena informasi yang diberikan oleh Google Maps cukup detail, sampai ke jam keberangkatannya lho.

Kehujanan

Sesampainya kami di Yurakucho Station (di lantai atas), terlihat diluar hujan rintik-rintik sudah mulai turun. Karena hujannya tidak besar, dan kami membawa jas hujan (Tyas dan Evan saya lupa tapi dipinjamkan oleh Tyas), maka kami memutuskan untuk langsung jalan saja dengan membawa dua buah koper besar yang sebetulnya akan jadi susah jika dibawa oleh satu orang, namun apa daya, Tyas harus mendorong stroller yang diduduki oleh Evan, ya akhirnya sayalah yang membawa kedua koper tersebut sepanjang jalan. Nah kami mulai menyadari bahwa keputusan kami untuk tidak menunggu hujan reda dulu adalah keputusan yang salah saat hujannya makin lama makin besar yang alhasil perjalanan jalan kaki tersebut sukses dengan plus basah kuyup.

Menunggu waktu check-in di lobby Remm Hibiya

Sesampainya di Remm Hibiya, kami belum bisa check in karena mereka baru bisa memperbolehkan tamu baru masuk kamar pada jam 14:00 sedangkan kami sampai sekitar jam 12:00. Akhirnya kami memutuskan menitipkan koper-koper kami di concierge, lalu kami ganti baju dan Tyas memberi makan siang Evan dulu di lobby Remm Hibiya dan lalu setelahnya kami berdua makan siang di Cafe Muji yang berlokasi di lantai yang sama dengan resepsionisnya Remm Hibiya.

*Tulisan ini adalah rangkaian dari serial blog post tentang perjalanan #KeluargaBangwin ke Tokyo, Jepang

Iklan

Satu pemikiran pada “Touch Down at Haneda dan Kesalahan Pertama di Tokyo

  1. Ping balik: Tips: Jalan-Jalan ke Tokyo? Jangan Lupa Kartu Sakti Suica (atau Pasmo) | bangwin.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s