Memasuki Era Masyarakat Tanpa Uang Tunai (1)


Okay, setelah ngebut bikin blogpost tentang #JapanTrip dan akhirnya sepakat dengan istri sendiri agar bisa tek-tokan konten untuk #KeluargaBangwin, maka saya bisa sedikit lebih lega untuk kembali ke topik serial yang sempat saya tinggalkan. Yak kembali ke topik yang kaitannya dengan disruptive economy dimana saat ini perlahan tapi pasti mulai memasuki kehidupan kita semua. Nope saya tidak bicara tentang kejadian yang ada di luar negeri, coba berapa banyak dari kalian yang secara rutin top-up akun Go-Pay kalian? Atau mungkin TCash?…..Padahal sebelumnya untuk punya kartu kredit saja akan berfikir berkali-kali. Fenomena apa ini? 

Sistem Pembayaran Non-Tunai (Cashless Payment System)

Istilah cashless payment system mungkin terdengar asing bagi kebanyakan dari kita walaupun dalam kehidupan sehari-hari banyak dari kita sudah terbiasa mempraktekkannya. Contoh yang paling sederhana adalah penggunaan kartu debet (debit card) yang makin populer diikuti banyaknya merchant yang bisa menerima pembayaran dari bank-bank dengan menggunakan mesin EDC. Dengan adanya kemudahan ini maka kita tidak perlu membawa banyak uang tunai. Sebetulnya sistem pembayaran dengan kartu kredit (credit card) pun termasuk dalam sistem pembayaran non-tunai, namun karena sistemnya seperti “meminjam” dahulu lalu dibayarkan berdasarkan tagihan di tanggal-tanggal tertentu maka banyak pengguna merasa tidak terlalu nyaman, terutama pada poin “meminjam” yang sering dianalogikan dengan berhutang.

Saat ini hampir di semua jejaring Alfamart, Indomaret, sampai supermarket besar sekelas Carrefour, Giant sudah dilengkapi dengan mesin EDC yang artinya kita tidak lagi perlu membawa uang tunai jika berbelanja di jejaring mereka. Setidaknya hanya dengan membawa kartu debet atau kartu kredit kita sudah bisa berbelanja.

Tidak hanya urusan belanja, per akhir bulan Oktober 2017, serentak di Jakarta, pengelola jalan tol akan menutup gerbang tunai dan memberlakukan gerbang non-tunai untuk pembayaran tol, artinya bagi pemakai jalan tol harus menggunakan e-money dari Bank Mandiri, Brizzi Bank BRI, TapCash BNI, Blink BTN, dan Flazz BCA. Jenis kartu apalagi ini? Kartu-kartu tersebut biasa disebut dengan cash card yang bisa diisi oleh uang. Mirip dengan kartu debit namun cash card ini tidak terhubung langsung dengan rekening bank kita. Sehingga penggunaannya bisa diatur sendiri.

Dengan adanya cash card ini maka para merchant pun juga mulai banyak yang melengkapi outlet-outlet mereka dengan sistem pembayaran yang menggunakan teknologi tap and go untuk menerima pembayaran dari cash card ini.

Ok, lalu apakah kita sudah sampai pada apa yang kita sebut dengan cashless society? Sebetulnya ya belum, well, we’re on our track to be cashless society in the near future.

Saya ingin menghentikan sejenak pembahasan tentang cashless society ini untuk sementara agar menghindari information overload nantinya, namun jangan kuatir tentu saja pembahasan ini tidak akan berhenti di sini. Saya akan menyiapkan tulisan lanjutannya, for sure.

*Tulisan ini masuk dalam serial Disruptive Economy pada blog ini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s