Me being A Buzzer?


Pagi ini saya mendapatkan pertanyaan yang membuat saya tertegun sejenak. “Mas, rate mu berapa ya kalau jadi buzzer?”.…..Well, to be honest saya pribadi sangat jarang jadi buzzer dengan pengertian sebuah brand memanfaatkan network/follower yang saya miliki untuk menyampaikan message mereka. Saya tanya dulu akhirnya tentang pengertian buzzer dimata si penanya tersebut karena bagi saya seorang buzzer itu bukanlah sebuah TOA (baca: loudspeaker), bagi saya kegiatan buzzing itu seharusnya tidak serta merta hanya menyebarkan message, namun harus ada strategi penyampaian pesan didalamnya serta eksekusinya didasari dari hasil strategi komunikasi tersebut. Banyak brand yang hanya menyiapkan message untuk didistribusikan ke KOL dan memperlakukan KOL sebagai alat amplifikasi bagi message mereka….It won’t work that way, folks.

How I’m doing this? What usually I’m doing? Give me a proper brief, I will create a digital communication strategy which will be implemented on how the brand message can be conveyed to the target market, and I will lead the team to execute. You can get the optimum impact on the market, I’ll guarantee…:-)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s