Membantu Orang Tua Kita Memanfaatkan Digital


foto: shutterstock

Pernah kalian membayangkan, apa yang akan kalian lakukan untuk mengisi masa tua? Ketika sudah berumur 70 tahun keatas? Teman-teman yang saya berikan pertanyaan tersebut biasanya hanya tersenyum dan bilang “gue sih akan mencoba menikmati hidup” atau “gak usah dipikirin dulu, masih jauh”, namun kita semua sama-sama tahu bahwa jauh dekatnya waktu adalah hanyalah permainan persepsi. 

Menjelang makan siang, saya menerima pesan di salah satu Whatsapp Group dari seorang kakak kelas saya di kuliah dulu, namanya Hartati. Tati (panggilannya) menshare sepiring makanan yang ia beli di bilangan Kosambi Jakarta Barat. Setelah itu pesan kedua ia sampaikan dengan menjelaskan mengapa ia membeli makanan tersebut, bisa dilihat di bawah ini:

Menjalani kehidupan itu bukan hanya memikirkan apa yang harus dijalankan hari ini dan besok, namun juga harus mempersiapkan nanti kedepannya seperti apa. Ada orang tua salah satu teman yang selalu mau belajar, sampai akhirnya saat teman saya kuliah diluar negeri meninggalkan kedua orang tuanya, hampir setiap minggu mereka catch up dengan medium video call (Skype) dan hampir setiap hari ngobrol via Yahoo! Messenger (jaman dulu masih hits nih). Tentunya orang tua teman saya ini pengecualian ya karena ada jutaan orang tua yang tertinggal terhadap kemajuan teknologi ini karena mereka tidak mau mempelajari perangkat komputer. Sehingga jadi sangat sulit untuk bisa menggunakan perangkat-perangkat teknologi yang baru ini.

Tentunya para orang tua kita tidak harus mengikuti jejak tante-tante dan om-om yang berumur 70 tahun membuka toko Oliebollen karena kebosanan, faktanya sebenarnya orang tua tidak lagi harus takut kebosanan dalam menjalani hari tua mereka dengan cara ya anak-anaknya sadar dan tidak lagi mengisolir orang tua mereka untuk tidak masuk ke dunia digital. Kok mengisolir ya? Ya banyak teman yang takut kelakuannya diketahui oleh orang tua mereka di media sosial bahkan dengan alasan tersebut mereka tidak mau orang tua mereka jadi pintar bermedia sosial. Tega ya? Please don’t do that ya guys.

Belajar digital itu tidak ada umurnya

Mengapa saya bilang belajar digital itu tidak ada umurnya? Karena teknologi digital itu selalu berkembang. Siapapun bisa mulai masuk dan belajar kapan saja. Tidak ada kata terlambat (atau terlalu cepat). Anggapan bahwa makin berumur seseorang makin sulit untuk belajar digital itu adalah cuman mitos.

Pagi ini saya catch up dengan my ex boss waktu saya bekerja membantu sebuah PR agency (Fleishmann Hillard), mbak Louisa Tuhatu. Mbak Lou (begitu ia dipanggil) bercerita dengan semangat rencananya menjalankan sebuah usaha baru yang berkaitan dengan pengelolaan komunitas orang-orang yang berumur 50 tahun keatas dengan berbasis digital. Kita akan membicarakan lebih lanjut rencana tersebut sepulangnya mbak Lou dari Inggris. Intinya adalah tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Apa untungnya belajar digital terutama untuk orang-orang yang berumur?

Banyak! Belajar digital itu adalah seperti membuka jendela ke dunia baru dimana kita bisa terhubung dengan orang-orang yang sepemikiran, satu minat dan sepengetahuan. Kita tentu tahu bahwa komunikasi bisa terbina dengan baik bila terjalin kesepahaman antar orang-orang yang berkomunikasi tersebut bukan? Jika mediumnya berkurang maka effort seseorang yang dibutuhkan untuk bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang sepemikiran, satu minat dan sepengetahuan itu jadi lebih besar.

Saya ingat dulu pernah menyaksikan sebuah video di Instagram yang kalau tidak salah menceritakan bagaimana sebuah keluarga (ayah-ibu dan satu orang anak) memperkenalkan Instagram pada kakek mereka agar bisa berkomunikasi dengan cucunya (mereka tinggal terpisah jauh, beda negara). Berkomunikasinya dengan cara si kakek memposting sketsa-sketsa yang ia buat di Instagram dan si cucu mengomentarinya. At the end, both are happy. Itu salah satu contoh saja betapa teknologi digital bisa menjadi enabler bagi seseorang untuk bisa berkomunikasi tanpa terhalang jarak dan waktu.

Apakah cuma Instagram? Tentu saja tidak. Banyak media digital (sosial) yang bisa dipelajari yang tentunya tidak akan bisa dijelaskan semuanya dalam satu tulisan ini saja.

Jadi berikanlah bekal pada orang tua kita untuk bisa tetap terkoneksi pada luasnya dunia ini sehingga mereka tetap bisa berkontribusi pada dunia dan juga membuat mereka tetap bahagia 🙂

PS: Salah satu program pelatihan yang sedang kami kembangkan di Bangwin Consulting ditujukan untuk para senior citizen agar mereka bisa belajar digital juga, mulai dari penggunaan perangkat digital, aplikasi digital sampai dengan memanfaatkan digital untuk ekspresi diri sampai bahkan berbisnis. Subscribe di Bangwin Consulting untuk bisa tetap terupdate

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s