Kerjasama Mutualisme Vlogger dan Musisi Lokal


Sebagai seorang pembuat konten video (yang juga hendak menjajal podcast), saya punya concern terhadap musik pendukung yang biasanya saya gunakan untuk kedua konten tersebut, yaitu sulitnya mendapatkan musik pendukung dari dalam negeri. Ini yang ingin saya bahas dalam blogpost kali ini. 

Ya mungkin saya memang lebih dikenal sebagai blogger yang keukeuh, karena dimana banyak orang mulai ‘malas’ menulis panjang dan ‘mala’ juga membaca tulisan panjang, saya malah tetap memelihara keberadaan blog saya ini. Saya bukannya tidak sadar dengan perkembangan jaman namun memang menurut saya blogging itu memang berbeda dengan menulis status di media sosial. Selain itu diskusi menurut saya bisa lebih terarah jika kedalaman bahasan serta komentar tidak terganggu dengan celotehan-celotehan yang tidak relevan. Itulah kelebihan blog ketimbang media sosial menurut saya.

Namun suka apa tidak suka saya tidak bisa mengacuhkan teman diskusi yang makin lama makin berkurang, sehingga mau tidak mau saya harus melirik medium-medium baru untuk bisa menjadi wahana penyampai pesan yang juga bisa diminati oleh teman-teman yang makin tidak suka baca tapi suka kepo dan lebih suka membahas hal-hal yang tidak harus dalam (baca: remeh temeh), dan akhirnya saya menemukan video atau banyak orang mengenalnya dengan vlog (video blog).

Peranan musik pendukung pada vlog itu sangat penting karena dengan musik pendukung tersebut menjadikan vlog lebih hidup, problemnya bagi vlogger adalah mereka harus mencari musik-musik pendukung tersebut dengan cara yang benar, yaitu menggunakan musik-musik yang memang free atau ya membayar lisensi bila memang harus berbayar.

Saya dulu mengikuti jejak vlogger favorit saya, Casey Neistat yaitu menggunakan musik-musik yang dibuat oleh musisi-musisi elektronik yang ada di Soundcloud for free. Atau YouTube pun memberikan list musik-musik pendukung yang memang bebas digunakan tanpa harus membayar.

Beberapa saat yang lalu, bertepatan dengan niatan saya untuk mulai menjalankan kembali proyek Audicle (Audio Article) dan juga podcast, terpikir oleh saya mengapa sulit mendapatkan musik-musik pendukung yang berasal dari Indonesia (dari musisi Indonesia). Atau memang saya yang tidak tahu dimana tempat mencarinya? Lalu setelah beberapa saat kebingungan tersebut berubah menjadi ide, yaitu bagaimana jika saya mengajak teman-teman musisi yang memang sedang produktif bekerjasama dengan saya dimana mereka bisa menggunakan video/podcast yang saya hasilkan sebagai media promosi karya-karya mereka (karena setiap vlogger wajib mencantumkan di credit title keterangan tentang karya-karya pendukung yang digunakan) sementara itu saya bisa menggunakan karya-karya mereka sebagai musik pendukung.

Vlogger seperti saya bisa mendapatkan musik pendukung dari musisi dalam negeri, sedangkan musisi bisa lebih dikenal bahkan mendorong para penonton vlog untuk membeli karya-karya si musisi. Isn’t it a great idea? Mutualism!

What do you think fellow musician?

PS: Video-video saya bisa dilihat di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s