3 Tren yang akan Membentuk Masa Depan Pekerjaan


Pada pertemuan tahunan ke 8 LinkedIn Talent Connect di Nashville,  CEO dari LinkedIn, Jeff Weiner berbagi pandangannya tentang tren yang berpengaruh pada kondisi pekerjaan secara global. 

Jeff menyebutkan bahwa ada 3 tema yang bisa disebutkan, yaitu AI (Artificial Intelligent – Kecerdasan Buatan), kesenjangan ketrampilan (skills) dan bangkitnya pekerja independen.

Ketiga tren tersebut akan mengubah cara karyawan dipekerjakan, dikembangkan dan dipertahankan sebagai talent. Dan ini jadi penting bagi para profesional dan perusahaan untuk mempersiapkan diri mereka agar bisa memaksimalkan potensi pekerja-pekerja global, begitu kata Jeff.

Mari kita bahas ketiga tren tersebut lebih dalam:

1. AI dan otomasi

Banyak orang percaya bahwa kecerdasan buatan (AI) memiliki kemampuan untuk mengotomasi jutaan pekerjaan pada akhirnya. Jeff mengungkapkan data-data yang ia dapatkan yang menyebutkan bahwa dengan menggunakan teknologi yang sekarang ada lebih dari 50 persen aktivitas ekonomi di Amerika Serikat rentan terhadap otomatisasi.

Sudah barang tentu persentase itu hanya akan terus meningkat seiring kemajuan teknologi.

Pekerjaan dengan keterampilan tingkat menengah di industri seperti manufaktur, perhotelan, kuliner, dan perdagangan eceran adalah yang paling rentan terhadap gangguan (disrupsi), kata Jeff. Ia memberikan contoh apa yang terjadi dengan Shake Shack yang baru saja mengumumkan bahwa mereka memulai layanan tanpa tunai (cashless) menggantikan tenaga kasir. Ini contoh nyata bagaimana teknologi menggantikan para pekerja.

2. Kesenjangan Ketrampilan (Skills)

Saat ini di Amerika Serikat ada lebih dari 6 juta pekerjaan yang tidak terisi, angka tertinggi sejak Department of Labor mulai mengumpulkan data. Namun faktanya, ada 7,1 juta orang menganggur di Amerika dan 13,9 juta orang yang mencari pekerjaan tambahan.

Salah satu alasan mengapa hal tersebut terjadi adalah kesenjangan ketrampilan (skills). Namun ada satu hal yang Jeff garis bawahi yaitu bukan hanya satu kesenjangan ketrampilan melainkan banyak kesenjangan ketrampilan bermunculan diseluruh wilayah, untuk ketrampilan-ketrampilan khusus pada satu waktu tertentu.

Sebagai contoh, saat ini perusahaan produsen mobil berbasis di Detroit seperti Ford dan General Motor memasang lebih banyak perangkat lunak (software) pada mobil-mobil mereka. Walaupun kalau dirunut secara sejarah para talent dari Michigan kekuatannya ada pada kemampuan manufakturing. Hal ini menciptakan kesenjangan ketrampilan di Detroit untuk para tenaga ahli perangkat lunak.

Sebaliknya, data LinkedIn menunjukkan ada kesenjangan keterampilan di Washington D.C. untuk para profesional penegakan hukum. Di San Francisco, ada kesenjangan keterampilan untuk merekrut profesional. Dan di Salt Lake City, ekosistem game yang booming telah menyebabkan kesenjangan keterampilan bagi pengembang game.

Turut memperkuat masalah ini adalah kurangnya kemampuan mobilitas secara geografis di kalangan orang Amerika misalnya orang-orang yang mau bekerja di lain daerah.

3. Pekerja Independen

Tren terbesar ketiga yang akan membentuk angkatan kerja global adalah bangkitnya pekerja independen yang sering disebut sebagai freelancer, kontraktor jangka pendek, dan pekerja berbasis proyek. Di Amerika Serikat saja ada 60 juta pekerja independen dan angka tersebut akan terus bertambah.

Mengapa ini terjadi? Ada 3 alasan menurut Jeff:

  • Bangkitnya generasi Y (milenials): Para milenial diperkirakan akan memenuhi 75% angkatan pekerja global di tahun 2025, dan data menunjukkan mereka (para milenial) lapar akan otonomi yang lebih dan mereka juga bekerja lebih gesit. Dan kedua hal yang diinginkan oleh para milenial tersebut bisa dimungkinkan dengan penerapan pekerjaan yang dilakukan secara independen.
  • Perkembangan online marketplace: Ada banyak perusahaan-perusahaan berbasis ekonomi berbagi (sharing economy) yang bermunculan seperti Uber, Grab, AirBNB, Instacart, dan lain sebagainya yang membutuhkan pekerja independen. Saat ini hanya 15% dari pekerja independen menggunakan platform digital untuk mencari pekerjaan dan Jeff percaya bahwa tren ini akan terus naik.
  • Efisiensi harga: Sejujurnya, seringkali memang lebih murah bagi perusahaan untuk menggunakan pekerja kontrak ketimbang menggunakan pekerja waktu penuh (full-time). Hal ini juga menggiring makin tingginya permintaan terhadap pekerja kontrak

Semua ini menunjukkan bahwa akan makin berkurangnya kebutuhan akan pekerja waktu penuh (full-time), karyawan tradisional dan akan lebih banyak kebutuhan akan pekerja independen yang berpotensi bisa bekerja pada beberapa perusahaan sekaligus pada waktu yang bersamaan. Jeff percaya bahwa ini adalah tren yang tidak dapat diubah.

Apa yang bisa dilakukan untuk menghadapi tren ini

Bagaimana individu dan organisasi bisa mempersiapkan diri dari tiga perubahan tersebut? Ada banyak teori, namun Jeff lebih suka melihat pada kenyataan yang jelas.

“Saat saya ada disebuah meeting dimana orang-orang mulai melontarkan opini yang subjektif, satu yang saya minta adalah data,” begitu ucap Jeff. “Dan disinilah LinkedIn bisa dibedakan”. Jeff secara spesifik mengacu pada Economic Graph yang dimiliki oleh LinkedIn. Dengan memiliki representasi digital dari setiap profesional, ketrampilan, pekerjaan, sekolah dan organisasi di seluruh dunia, LinkedIn bisa memberikan yang dibutuhkan oleh para profesional agar mereka bisa menggerakan karir atau organisasi mereka.

Sebagai contoh, katakanlah Anda adalah seorang mekanik di Idaho yang sedang mencari pekerjaan, dengan menggunakan data LinkedIn dan fasilitas LinkedIn Learning, Anda bisa mengidentifikasi serta sekaligus belajar tentang ketrampilan yang dibutuhkan untuk memajukan karir Anda dan juga mencari daerah yang terbaik  untuk mencari pekerjaan.

Sebaliknya, bagi pemimpin organisasi, dengan menggunakan Talent Insight dari LinkedIn yang baru, kita bisa mengidentifikasi keterampilan yang dimiliki oleh organisasi kita, mengajarkan ketrampilan yang dibutuhkan dan mengidentifikasi dimana kita bisa merekrut talent-talent baru.

Dalam sudut pandang yang lebih luas, dunia berubah dengan cepat. Hanya dengan mengombinasikan insting kita dan talent insight bisa mempersiapkan kita semua menghadapi dunia kerja dimasa yang akan datang.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s