Mengapa Blockchain adalah Masa Depan dari Sharing Economy


blockchain

Semua orang membicarakannya, tapi Anda masih belum sepenuhnya yakin apa itu blockchain? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Blockchain adalah sesuatu yang Jack Dorsey, CEO dan Chairman dari Square dan juga CEOnya Twitter gambarkan sebagai “the next big unlock”, dan sesuatu yang, menurut Dorsey, memiliki potensi untuk “diterapkan lebih banyak lagi”. 

Mari kita bicarakan sharing ekonomy. Sharing economy menjanjikan banyak hal di kehidupan kita selama resesi 2008 dengan menghasilkan gelombang awal antusiasme investor dan sejumlah startup berbasis “sharing” seperti Uber dan Airbnb. Namun, banyak juga yang gagal mengendarai tren ini.

Akhir-akhir ini, sharing economy dirasakan sudah mulai melewati masa jayanya. Fast Company menyatakan ‘Sharing Economy’ Sudah Mati’, dua tahun yang lalu, menggambarkan kejenuhan pada hal-hal yang secara umum disebut dengan terlalu overhyped. Tapi, menurut banyak orang, perpaduan antara blockchain dan sharing economy dapat menciptakan sebuah revolusi yang akan mengubah ekonomi kita dan memberi kemungkinan untuk berbagi kekayaan di luar perusahaan dan individu tertentu.

Smart Contracts membantu melepaskan kepemilikan

Blockchain dapat membantu memberi energi dan membuka sharing economy dengan menjadikannya lebih murah untuk membuat dan mengoperasikan platform online. Misalnya, transaksi dapat dikoordinasikan dengan self-executing smart contracts atau dilakukan dengan biaya lebih rendah oleh provider kecil lainnya. Tahap berikutnya dari sharing economy dapat menekankan ketidaksetaraan atau memudahkannya, tergantung pada tujuan teknologi itu sendiri.

Pada dasarnya, blockchain adalah cara alternatif dalam pencatatan seperangkat informasi normatif, ketimbang menyimpan informasi yang dipusatkan di satu lokasi – misalnya di salah satu kantor pusat, atau pada pusat databasenya Airbnb, misalnya. Blockchain membuat banyak salinan dan mendistribusikannya ke semua simpul (nodes) di sebuah jejaring (network). Simpul ini tidak harus menjadi berupa manusia atau perseorangan, simpul ini bisa saja sebuah ‘benda’. Inilah yang membuat blockchain sebagai akselerator sharing economy yang berpotensi kuat karena memberi setiap properti kemampuan untuk mengetahui siapa pemiliknya.

Apa pun yang memiliki koneksi internet bisa terhubung ke blockchain, yang berarti apapun dengan koneksi internet bisa memiliki catatan siapa yang memiliki apa. Jadi, katakanlah saya menyewakan rumah saya, seperti yang saya lakukan di Airbnb. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, saya bisa memprogram pintu depan rumah saya yang ingin saya sewakan untuk membuka hanya kepada seseorang yang membook nya terlebih dahulu, dan secara otomatis membayar saya, dan mengunci pintu, begitu dia meninggalkan rumah saya tersebut.

Salah satu contoh adalah MyBit, sebuah platform yang menggunakan blockchain sehingga memungkinkan untuk bisa menghubungkan investor dengan proyek-proyek dimasa mendatang. Visi perusahaan pembuat MyBit ini adalah agar siapapun bisa  mendemokratisasi kepemilikan mesin dan arus pendapatan yang dihasilkan ketimbang  membiarkan mereka masuk dalam kendali lembaga keuangan terpusat. Platform ini akan berlaku untuk pesawat tak berawak, mobil penggerak sendiri, rumah pintar, mesin otonom, printer 3D dan banyak lagi.

Meningkatnya kebutuhan akan energi bersih dan terbarukan telah mempengaruhi MyBit untuk memilih panel surya dan pembangkit energi sebagai inisiatif pertamanya. Melalui inisiatifnya, MyBit saat ini sedang dalam sebuah misi untuk mempercepat adopsi jaringan desentralisasi di antara massa.

Sistem grid desentralisasi yang diusulkan oleh perusahaan melibatkan banyak mikrogrid – sistem energi kecil dan beragam dengan sumber energi dan muatan terdistribusi yang mampu beroperasi secara independen dari grid pusat. Selain kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri (swasembada), microgrids ini juga bisa menjual energi berlebih ke jaringan sentral atau di pasar energi terbuka. Namun, membuat microgrid sendiri saat ini cukup sulit karena input biaya yang meningkat, tantangan yang sedang MyBit untuk bisa diselesaikan adalah dengan menghubungkan mereka yang tertarik untuk menerapkan proyek surya dengan investor yang bersedia mendanai aset-aset penghasil pendapatan tersebut.

Contoh lain adalah Slock.it yang baru-baru ini memperoleh seed funding sebesar $ 2 juta. Perusahaan ini mencoba menggebrak sharing economy dengan memungkinkan perusahaan-perusahaan dan individu-individu untuk menyewa, menjual, atau berbagi objek cerdas apapun yang terhubung (connected). Diluncurkan pada bulan November 2015, misi Slock.it adalah mengembangkan Universal Sharing Network, atau “USN”. Dibangun di atas platform publik blockchain Ethereum, USN yang dibangun akan memberi pengguna seperangkat aplikasi mobile dan desktop untuk mencari, menemukan, menyewakan, dan mengendalikan objek apapun yang dimediasi oleh smart contracts, dari manapun di dunia.

Perusahaan-perusahaan ini melakukan upaya awal untuk membawa sharing economy ke tahap berikutnya. Meskipun mungkin akan memakan waktu beberapa tahun agar solusi ini dapat digunakan secara umum, jelas bahwa blockchain memiliki potensi untuk memenuhi janji besar sharing economy.

*disadur dari berbagai sumber

Iklan

2 pemikiran pada “Mengapa Blockchain adalah Masa Depan dari Sharing Economy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.