4 Jenis Konten B2B yang Harus Anda Perhatikan


Sebagai seseorang yang sudah cukup lama terjun serta mengamati perkembangan dunia digital, saya telah melihat pergerakan evolusi pemasaran – terutama yang menarik adalah pada pemasaran dibidang B2B. Content marketing telah menjadi pusat perhatian banyak orang sebagai elemen kunci yang membantu pemasar menarik perhatian audiens target mereka.

Salah satu pertanyaan paling umum yang diajukan adalah: “Saya memiliki produk yang cukup baik. Apakah saya masih perlu berinvestasi dalam content marketing? Jika produk saya keren, bukankah produk saya laku juga?” Saat ini, dengan berkembangnya teknologi baru, banyak produk inovatif hadir di pasaran setiap hari. Coba lihatlah dengan cara ini – jika target audiens Anda tidak menemukan solusi untuk masalah mereka (alias produk Anda), maka mereka tidak akan mendatangi Anda. Dan sebenarnya, content marketing sangat membantu dalam penjualan secara konsep.

Jadi, begitu Anda yakin bahwa ingin mulai melakukan content marketing, pertanyaan berikutnya yang pasti akan muncul adalah, seperti apa jenis konten yang akan digunakan? Tidak seperti yang diyakini oleh kebanyakan orang, yang namanya blog hanyalah satu jenis konten yang bisa Anda buat.

Mari kita lihat empat jenis konten paling populer yang bisa Anda manfaatkan!

Jenis-Jenis Konten B2B

Blogs/Artikel

Sebuah blog adalah cara mudah untuk membuat audiens yang Anda targetkan terlibat dengan konten-konten informasi dan pendidikan. Seperti yang kita semua tahu, mesin pencari (search engine) menyukai konten-konten baru/segar dan blog adalah cara terbaik untuk memperbarui situs Anda dengan konten-konten baru. Ingat bahwa blog Anda TIDAK boleh mengenai produk atau layanan Anda. Untuk kepentingan tersebut Anda memiliki halaman lain di situs Anda. Blog harus memiliki artikel yang memberikan jawaban atas pertanyaan audiens target Anda. Artinya blog Anda harus bisa memberikan solusi.

Tips-tips Blogging untuk B2B

  • Buat artikel di kisaran 800-1000 kata
  • Sertakan setidaknya satu gambar di setiap artikel
  • Artikel Anda bisa bersifat teknis atau non-teknis – tergantung pada kebutuhan target audiens Anda. Walau bagaimanapun, sekali lagi, artikel harus memberikan jawaban atas pertanyaan audiens Anda.
  • Mulailah dengan frekuensi yang bisa Anda pertahankan. Tidak ada gunanya menulis lima artikel dalam satu bulan tapi tidak ada artikel sama sekali untuk 3 bulan ke depan.
  • Libatkan expert/pakar pada saat Anda menyediakan konten dan mintalah penulis konten B2B menerjemahkannya ke dalam format yang dapat dipromosikan dan dapat diterbitkan.

Whitepapers

Whitepapers adalah ulasan yang bersifat lebih mendalam dan lebih punya kekuatan dibanding blog. Perbedaan antara artikel blog dan whitepaper adalah bahwa whitepaper mengulas masalah bisnis secara mendetail. Dari sudut pandang organisasi, ini adalah resources yang bagus untuk mendemonstrasikan pengetahuan teknis dan bisnis secara mendalam.

Tips-tips Penulisan Whitepaper untuk B2B

  • Anda perlu melibatkan expert/pakar pada tingkat yang lebih mendalam untuk menulis whitepaper B2B – dari perspektif penulis konten, mereka perlu melakukan studi topik yang lebih mendalam, menyiapkan garis besar, dan kemudian melakukan percakapan terperinci dengan UKM.
  • Anda dapat, dengan segala cara, menyertakan bagian dalam whitepaper yang menyoroti keahlian Anda di bidang ini. Ini adalah tempat yang bagus untuk memposisikan diri sebagai ahli di lapangan namun tidak dengan menjadikannya promosi penjualan.
  • Pastikan untuk menyajikan bukti dan referensi atas klaim Anda.
  • Jadikan whitepapers dan eBook tersedia berdasarkan permintaan dan gunakan ini dalam kampanye generasi pertama Anda. Ini mengharuskan Anda memiliki landing page untuk whitepaper tersebut yang menjelaskan manfaat utama jika mereka mendapatkannya/mendownloadnya.
  • Jangan ragu untuk menggunakan kembali konten-konten yang ada dalam whitepaper dan membuat entri blog yang lebih rinci untuk setiap bagian di whitepaper tersebut.

Infografis

Banyak orang sangat menggemari infografis. Kekuatan pada infografis ada pada visual dan sangat bagus untuk menampilkan topik yang kompleks dengan cara yang mudah dipahami. Ini bagus untuk dibagikan via media sosial (walaupun perlu memperbesar sebagian besar infografis sepenuhnya). Infografis sangat bagus untuk menciptakan kesadaran (awareness) tentang brand Anda dan juga mengarahkan traffic ke situs web Anda.

Tips-tips Infografis untuk B2B

  • Infografis jauh lebih kompleks dan diteliti dengan baik dibandingkan dengan grafis sederhana. Ini memerlukan pemahaman mendalam tentang materi pokok dan desain. Jangan mencoba menambahkan ini sebagai bagian dari strategi sosial Anda kecuali jika Anda memiliki akses ke materi pokok dan desain.
  • Selesaikan rencana promosi sebelum membuat infografis. Sebagian besar platform sosial tidak membuat infografik dengan baik.
  • Anda selalu dapat menggunakan kembali infografis dengan mengubahnya menjadi blog atau video.

Webinars

Jika Anda belum mencoba menggunakan webinar sebagai bagian dari strategi media sosial B2B Anda, saya sangat menyarankan Anda untuk bisa mencobanya. Karena webinar menawarkan kesempatan untuk bisa belajar langsung dari para pakar dan para pembeli lebih banyak memilih mengikuti webinar selama fase pembelajaran mereka setelah keputusan pembelian produk/layanan B2B. Webinars juga dapat membantu menghasilkan prospek yang baik dan mengarahkan prospek ke level yang lebih menarik lagi.

Tips-tips Webinar untuk B2B

  • Keberhasilan webinar sangat bergantung pada pembicara dan topik webinar. Pastikan bahwa Anda tidak hanya memiliki topik yang hebat tetapi juga memiliki pembicara ahli yang sama hebatnya untuk memberikan webinar ini.
  • Miliki perencanaan promosi yang nyata, seperti misalnya memanfaatkan jaringan karyawan, mitra, dan pelanggan Anda untuk mempromosikan webinar.
  • Sebaiknya berikan whitepaper atau ebook pada topik-topik terkait sebagai bagian dari layanan webinar.
  • Buatlah rekaman webinar yang bisa diakses setelah webinar ini dilangsungkan untuk mereka yang tidak bisa hadir.

Apa artinya ulasan ini bagi strategi konten Anda?

Terlepas dari jenis konten yang disebutkan di atas, ada juga jenis konten lain yang dapat Anda buat seperti studi kasus, video, presentasi, eBook, testimonial, email, updates di media sosial, dan lain-lain. Ketika harus membuat strategi konten dan menentukan jenis Konten untuk dibuat, jujur saja tidak ada yang bisa memberikan jawaban kongkrit. Ini sangat bergantung pada siapa calon pembeli Anda, di mana platform yang mereka cari untuk mendapatkan informasi, dan jenis konten yang mereka konsumsi.

Jika Anda baru memulai dengan content marketing dan media sosial, mungkin blog adalah yang paling mudah. Walaupun memiliki pengaruh yang signifikan, namun video sulit diproduksi. Studi kasus dan presentasi adalah sesuatu yang akan Anda perlukan terlepas dari strategi Anda. Masuklah ke Whitepapers dan eBook setelah Anda memiliki strategi dan pelaksanaan untuk blogging yang cukup kuat.

Yang terakhir, ingat bahwa hanya membuat konten saja tidak cukup. Anda perlu mempromosikannya juga. Jadi ketika Anda merencanakan pembuatan konten Anda, jangan lupa untuk juga memiliki rencana promosi konten yang kuat!

I guess that’s all for now folks!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.