Model Bisnis Hiper-Disruptif: Overview


Sekitar seminggu yang lalu saya sempat ngobrol kembali dengan sahabat lama saya, Nandi Dirgantoro, dimana kami berdua memang punya cita-cita membangun impian punya bisnis bareng namun belum kesampaian sampai sekarang. Topik obrolan yang kami bicarakan adalah tentang ketakutan pemilik bisnis tradisional akan perubahan tatanan ekonomi yang terjadi di dunia tempat kita tinggal sekarang ini.

Perubahan yang menakutkan tersebut didorong oleh munculnya alternatif yang dianggap lebih nyaman dan menguntungkan bagi seluruh stakeholder perekonomian. Kebetulan saya pernah membuat tulisan tentang hal tersebut, jadi saya pikir alih-alih saya menjelaskan ulang ya lebih baik jika Anda membacanya sendiri di sini.

Sebetulnya ketakutan tersebut tidaklah perlu disikapi dengan berlebihan walaupun memang jika saya adalah pemilik bisnis yang sudah terlanjur berinvestasi cukup besar untuk bisnis saya lalu tiba-tiba kondisi perekonomian berubah dan tiba-tiba pula arah tujuan bisnis saya jadi tidak relevan, ya sayapun akan ketakutan juga sih, hanya saja tentunya saya ataupun Anda setidaknya jadi tahu apa yang harus dilakukan terlepas sulit atau tidaknya melakukan perubahan tersebut.

Setidaknya ada 10 model bisnis hiper-disruptif (hyper disruptive business model) yang pada tulisan ini akan saya coba jelaskan agar Anda bisa lebih mudah memahami permasalahannya. Istilah hiper-disruptif ini digunakan dengan pengertian bahwa model bisnis ini sudah mendunia, dan perlu diingat bahwa mereka memiliki dampak disruptif. Maksudnya adalah selain menggunakan teknologi baru atau memanfaatkan terbentuknya peradaban baru, mereka pun menggunakan cara-cara baru yang tak terpikirkan generasi yang dibesarkan di era sebelumnya.

10 model bisnis hiper-disruptif tersebut adalah:

  1. Subscription Model
  2. Free Model
  3. Freemium Model
  4. Marketplace Model
  5. Hypermarket
  6. Access over Ownership Model
  7. On-Demand Model
  8. Experience Model
  9. Pyramid
  10. Ecosystem

Perlu diketahui bahwa kita baru berada pada tahap awal gelombang disrupsi ini. Oleh karena itu masih ditunggu banyak model bisnis lain yang bisa dikembangkan dalam berbagai macam industri tentunya. Referensi ini dimaksudkan untuk mempermudah Anda untuk mempersiapkan transformasi bisnis sekaligus menghadapi gempuran disrupsi yang terjadi.

Model bisnis pertama yang akan kita bahas pada tulisan berikutnya adalah: Subscription Model.

Iklan

3 pemikiran pada “Model Bisnis Hiper-Disruptif: Overview

  1. Ping balik: Model Bisnis Hiper-Disruptif: Subscription Model | bangwin.net

  2. Ping balik: Model Bisnis Hiper-Disruptif: Free Model | bangwin.net

  3. Ping balik: Model Bisnis Hiper-Disruptif: Freemium Model | bangwin.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s