Model Bisnis Hiper-Disruptif: Subscription Model


Ini adalah tulisan lanjutan dari sebelumnya yang merupakan tulisan pembuka dari rangkaian tulisan yang membahas tentang model bisnis hiper-disruptif ini.

Pada tulisan ini kita akan membahas model bisnis Subscription. Sebetulnya model bisnis ini bukanlah hal baru karena model bisnis ini sudah diterapkan dari jaman media tradisional juga. Siapa yang dulu tidak pernah berlangganan surat kabar di rumah? Atau jaman dulu dimana kita diharuskan untuk membayar iuran bulanan televisi untuk bisa menonton siaran TVRI. Dalam model bisnis ini, users atau lebih tepat disebut dengan subscriber/pelanggan harus membayar iuran wajib dalam kurun waktu tertentu untuk bisa mendapatkan akses atau untuk bisa menggunakan fasilitas. Hal ini masih diterapkan pada TV Kabel. Dengan cara ini provider mendapatkan pendapatan yang dapat diprediksi.

Ok bagaimana dengan jaman sekarang? Dengan bantuan teknologi yang membuat konektivitas antara manusia jadi seakan tak terbendung, Netflix dan Spotify mengadopsi model bisnis ini dalam skala yang luar biasa besar. Kalau TV Kabel dan TVRI dibatasi oleh kondisi geografis dan batasan-batasan lainnya, maka Netflix dan Spotify dengan menerapkan layanannya lewat online menjadikannya siapapun dari belahan dunia manapun bisa berlangganan plus dengan tarif yang jauh lebih murah.

Netflix itu ibarat tempat penyewaan video/DVD namun karena dilakukan via online lewat internet maka layanan mereka bisa dinikmati dimanapun dan kapanpun, dan multi platform tentunya dengan mekanisme streaming. Netflix memungut iuran bulanan dan layanan yang diberikan sifatnya adalah on-demand tanpa batasan jumlah film yang ingin ditonton.

Model bisnis berikutnya adalah Free Model.

Iklan

2 pemikiran pada “Model Bisnis Hiper-Disruptif: Subscription Model

  1. Ping balik: Model Bisnis Hiper-Disruptif: Overview | bangwin.net

  2. Ping balik: Model Bisnis Hiper-Disruptif: Free Model | bangwin.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s