Model Bisnis Hiper-Disruptif: Freemium Model


Walaupun namanya mirip, namun model bisnis Freemium ini berbeda dengan model bisnis Free yang saya ulas di tulisan saya sebelumnya. Singkat kata pada Freemium Model ini pelanggan/pengguna diberikan akses ke layanan dasar (basic service), namun untuk mendapatkan fitur-fitur selengkapnya mereka dikenakan biaya.

Model Freemium digunakan untuk membangun basis konsumen yang besar ketika biaya marjinal memproduksi unit ekstra rendah. Memberikan layanan secara gratis bisa menghasilkan banyak prospek dengan sangat efisien. Pelanggan yang tidak membayar menghasilkan masukan data, umpan balik, peluang iklan, dan lain sebagainya.

Model Freemium ini memiliki beberapa cara dimana produk atau layanan bisa dibatasi pada penggunaan dasar/basic yang gratis, antara lain:

  • Pembatasan Fitur (Skype: Hanya panggilan video dua arah pada versi gratis)
  • Pembatasan Kapasitas (Dropbox: Maksimum 2 GB untuk versi gratis)
  • Pembatasan Kelas Pengguna (AutoDesk: AutoCAD diberikan gratis untuk pelajar)
  • Pembatasan Effort (FarmVille: Membuka level bisa lebih cepat)

Contoh-contoh lain Model Freemium ini adalah:

  • Bebas iklan pada upgrade (Premium Channels pada HBO tidak menampilkan iklan TV)
  • Layanan-layanan berjenjang (LinkedIn memberikan layanan lebih banyak jika diupgrade)
  • Soft Paywalls (The New York Times membolehkan membaca 20 artikel  secara gratis setiap bulan)
  • Pembelian dalam Game (Candy Crush membolehkan pemain membeli power supaya bisa memainkan Game mereka dengan lebih cepat)

Sedikit penjelasan mengenai beberapa salah kaprah yang sering terjadi dalam memahami model bisnis Freemium ini.

  • Freemium itu bukan Premium. Pada layanan Freemium tidak ada pembayaran didepan, namun pengguna harus membayar setiap pembaruan yang ingin mereka lakukan. Sedangkan pada layanan Premium, pengguna harus membayar didepan sebelum bisa menggunakan layanan. Hampir sama dengan perlakuan pada perangkat lunak berlisensi hanya saja seluruh pembaruan diberikan secara gratis pada layanan Premium setelah mereka membayarnya.
  • Freemium itu bukan Free Trial. Freemium itu gratis selamanya hanya saja tidak diberikan keseluruhan paket jika menggunakan versi gratisnya. Sedangkan Free Trial memberikan keseluruhan paket layanan/produk namun dibatasi oleh waktu penggunaan.
  • Freemium itu bukan Free. Tujuan dari penggunaan model bisnis Freemium itu adalah membuat sedikitnya 1% dari pengguna layanan gratis menjadi berbayar. Sedangkan Free itu ya artinya gratis. Tidak akan ada pembaruan untuk pengguna. Satu-satunya cara menjadikan layanan gratis itu benar-benar gratis adalah jika pengguna membayarnya dengan data mereka, perhatian mereka atau contohnya seperti Instagram yang akhirnya diakuisisi oleh Facebook berjuta dollar.

Model bisnis selanjutnya adalah Marketplace Model (bersambung)

Ps: Klik disini untuk kembali ke tulisan pertama (pembuka) serial tulisan ini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.