Mengendalikan Pikiran


Pernah membaca buku yang berjudul “Don?t Sweat The Small Stuff” karya Richard Carlson? Buku ini menjawab pertanyaan saya mengenai mengapa sebagai manusia kita sering dirudung depresi, salah satunya adalah kebiasaan kita untuk selalu memikirkan hal-hal kecil yang akhirnya perlahan menumpuk dan menekan alam bawah sadar kita dan tumbuh menjadi stress berkepanjangan.

Dulu (dan masih sampai sekarang) saya memiliki pandangan bahwa manusia dikarunia kemampuan berpikir yang membuat kita semua menjadi mahluk yang lebih advanced ketimbang mahluk lain di dunia ini. Apa benar? Saya pikir ada benarnya karena kemampuan berpikir ini lah yang membentuk peradaban manusia dan juga membuat manusia praktis berbeda dengan mahluk lain walaupun sejujurnya inipun sangatlah subjektif memihak ras manusia atas ketidak pahaman kita terhadap ras minoritas lain di dunia ini. Namun pendapat tersebut juga masih bisa diperdebatkan karena akal budi ini butuh pengelolaan yang baik, pengontrolan yang seksama agar tidak menjadi destruktif. Lho kok jadi destruktif? Bagaimana bisa? Hal ini yang ingin saya bicarakan pada blogpost ini.

Pikiran yang ada pada diri kita membuat kita bisa melangkah jauh melebihi kapasitas seluruh indera kita, seluruh anggota tubuh kita, saking jauhnya sehingga kita juga memikirkan hal-hal yang terkadang tak perlu dipikirkan dengan pengaruh pengalaman, input yang kita dapat, ketakutan-ketakutan, yang akhirnya membuat kita tenggelam dalam depresi. Sebuah masalah bagi kita belum tentu menjadi masalah bagi orang lain, namun bagi pengidap depresi berat yang merasa bahwa seluruh dunia berputar mengelilinginya merasa hopeless, tidak ada yang bisa menolong mereka, dan lalu tiba-tiba merasa sendirian, kesepian dan kita tahu akhirnya berujung dimana cerita ini.

Oleh karena itu pernyataan bahwa manusia itu adalah mahluk sosial bukanlah sebuah pernyataan yang tanpa dasar. Manusia memang mahluk sosial dimana mereka tidak akan bisa hidup sendiri. Namun yang menjadi musuh dalam selimut dalam kehidupan manusia modern saya pikir lebih kepada kekurangmampuan manusia dalam mengontrol kecerdasan dan kemampuan berpikir tanpa batasnya yang akhirnya menjadikannya overwhelmed ditambah kecenderungan kecenderungan egosentris yang bukan saja diterapkan terhadap ras lain namun juga sesamanya. Manusia manjadi terlalu kritis, jadi tidak santai, segala hal dianggapnya harus dipikirkan secara mendalam dan parahnya jadi membebani pikiran.

Saya rasa kita perlu mulai mengontrol apa saja yang harus dipikirkan secara mendalam lalu apa yang seharusnya hanya perlu untuk diketahui saja. Dan mulailah mengendalikan ketakutan-ketakutan yang muncul.

Tentu kita semua tidak ingin mengisi hidup kita untuk hal-hal yang tidak membuat kita maju bukan?

Pondok Aren, 12 Juni 2018, 04:35

Iklan

Satu pemikiran pada “Mengendalikan Pikiran

  1. Ping balik: Mengendalikan Pikiran — bangwin.net – Gampong Blang Seunong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.