Kita boleh bersyukur atas banyaknya jalan tol yang telah rampung diselesaikan/hampir selesai di negara ini karena ini memudahkan hidup kita jika kita melakukan perjalanan (walaupun harus ditukar dengan tiket tol yang lumayan juga) namun apakah dari kita banyak yang sadar bahwa penambahan jalur tol atas jalur sebelumnya itu juga membuat masalah perekonomian baru pada jalur-jalur non-tol yang sudah ada sebelum tol dibangun?

Masalah perekonomian apa yang terkena dampak dengan adalnya jalan tol? Jalan itu adalah roda ekonomi bagi masyarakat disekitarnya, sebagaimana sungai dan juga pelabuhan. Saat waktu tempuh perjalanan melebihi 2 jam, tentunya dibutuhkan tempat beristirahat, ya sekedar mengaso, makan, minum atau bahkan tempat untuk melepaskan lelah dengan beristirahat. Oleh karena itu di jalur non-tol biasanya bermunculan tempat makan, tempat menginap, dan sebagainya. Perekonomian disepanjang jalur non-tol jadi tumbuh dan berkembang menghidupi daerah sekitarnya.

Bisa dibayangkan bukan jika tol dibangun dan jadi jalan pilihan utama untuk menuju ke suatu tempat? Jalur non-tol jadi jalur alternatif karena tentu saja berkaitan dengan waktu tempuh jalur tol akan jadi jalur utama. Perekonomian di jalur non-tol tidak akan lagi seperti sebelumnya bukan? Tidak akan mati, hanya saja memang harus mencari cara agar bisa tetap survive dan berkembang tentunya.

Lalu bagaimana dong? Ya tidak bijak juga jika kita protes karena pembangunan jalur tol. Suka atau tidak suka adanya jalan tol juga membantu kita semua. Mengapa tidak mulai berfikir kreatif dengan bagaimana mengembangkan potensi dan daya tarik daerah di jalur non-tol sehingga bisa menjadi pilihan persinggahan?

Intinya adalah mulailah berfikir kreatif!