Berdamai dengan Ketidaksempurnaan


Saya yakin kita semua pernah bertemu dengan seorang yang bisa dikategorikan sebagai perfeksionis (atau mungkin Anda sendiri?). Please CMIIW, sepanjang yang saya kenal dan tahu saya belum pernah bertemu seorang perfeksionis yang hidupnya dipenuhi dengan kedamaian batin.

Keinginan untuk mendapatkan kondisi yang sempurna dan keinginan untuk ketenangan batin itu pada dasarnya bertentangan satu sama lain. Setiap kali kita menginginkan sesuatu dengan cara tertentu, yang kita anggap lebih baik dari yang sudah ada, maka secara definisi kita sudah mengarah pada kekalahan dalam sebuah pertempuran. Daripada puas dan bersyukur atas apa yang kita miliki, kita jadi cenderung memfokuskan diri pada apa yang salah dan kebutuhan kita untuk memperbaikinya. Ketika kita memusatkan perhatian pada apa yang salah, itu menyiratkan bahwa kita tidak puas, tidak terpuaskan.

Entah itu terkait dengan diri kita sendiri seperti misalnya pengaturan barang di kantor yang tidak teratur, kelupaan membeli sesuatu, pencapaian yang tidak sempurna dalam pekerjaan, berat badan yang naik, atau bahkan “ketidaksempurnaan” orang lain, cara seseorang melihat, berperilaku, atau menjalani hidup mereka. Pada dasarnya semua tindakan yang berfokus pada ketidaksempurnaan ini akan menjauhkan kita dari tujuan untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Ini bukan berarti kita harus berhenti untuk melakukan yang sebaik-baiknya tetapi ada sisi positif yang bisa kita dapatkan jika kita tidak terlalu terikat dengan apa yang salah dan kurang dengan kehidupan. Ini adalah tentang menyadari kenyataan bahwa selalu ada cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu, dan ini bukan berarti Anda tidak dapat menikmati dan menghargai apa yang telah terjadi.

Menurut Richard Carlson, Ph.D dalam salah satu bukunya, solusinya di sini adalah Anda harus bisa menangkap diri Anda ketika mulai jatuh ke dalam kebiasaan untuk bersikeras bahwa hal-hal seharusnya menjadi sesuatu yang lebih baik (menurut Anda) daripada yang sekarang ada. Ingatkan diri Anda bahwa hidup akan baik-baik saja. Dengan tidak adanya penilaian dari diri Anda, semuanya akan baik-baik saja. Ketika Anda mulai menghilangkan kebutuhan Anda akan kesempurnaan di semua bidang kehidupan, Anda akan mulai menemukan kesempurnaan dalam hidup itu sendiri.

Tentu saja ini bukan berarti Anda tidak bisa berpendapat dan menilai, hanya saja segala sesuatu yang berlebihan itu akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik bagi siapapun.

Yuk kita mulai hidup bahagia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.