Bila membaca judul blogpost ini yang kebayang adalah aktivitas beli emas dalam bentuk perhiasan atau emas batang lalu menyimpannya. Namun sebetulnya istilah menabung emas itu adalah mirip seperti kita menabung uang. Jadi secara fisik kita tidak menyimpan emasnya, namun jumlah emas yang kita miliki tercatat direkening dalam gram. Sehingga fluktuasi harga emas dapat langsung berpengaruh pada simpanan emas kita. Menarik bukan?

Saya mengenal jenis tabungan emas ini pada tahun 2010 di Singapore saat saya masih tinggal dan kerja di sana. Saat itu saya cukup rajin membeli koin emas untuk investasi. Bank tempat saya biasa membeli koin emas tersebut, UOB Bank, ternyata punya produk tabungan emas ini. Walaupun akhirnya sampai saya pulang kembali ke Indonesia saya tidak sempat mencobanya.

Kesempatan pertama memiliki rekening tabungan emas ini baru saya rasakan kemarin (akhirnya) di Perum Pegadaian yang memang memiliki produk tabungan emas ini. Minimal setoran awal adalah sebesar 0.01 gram dan juga sudah bisa diperjual belikan sesuai harga pasar dan juga bisa digadaikan juga langsung via sistem mereka. Setiap mencapai jumlah yang sesuai dengan berat emas fisik batangan maka dengan menambahkan ongkos cetak, nasabah bisa mendapatkan emas ini dalam bentuk fisik batangan ini.

Nah, pertanyaan awam nih…Kalau sudah ada tabungan uang biasa kenapa mesti punya tabungan emas? Banyak yang berpendapat bahwa emas itu cara berinvestasi yang paling aman dan juga dipercaya memiliki harga yang cenderung stabil. Dengan adanya sarana tabungan emas ini maka akan mempermudah kita berinvestasi terutama dengan jumlah gram yang sangat kecil (0,01 gram).

Sudah ada yang sudah mencoba menabung emas?