Ngomongin Opini Sebelum Ngomongin Politik


Gambar oleh Joey Coalter | The State Press

Masih ingat dalam blog post saya sebelumnya yang bilang bahwa saya ditawari untuk menulis tentang politik? Well….menulis tentang politik itu bukanlah hal yang mudah karena kita mesti mengerti betul konteksnya apa dan seperti apa sehingga hasilnya tulisannya tidak jadi seperti obrolan gak jelas tanpa konteks.

Hakikatnya menulis blog itu kan ya berbagi, setidaknya buat saya lho ya, jadi kalau tidak ada yang bisa dibagikan sama saja dengan pepesan kosong. Nah permasalahan ini lah yang membuat saya gak nulis-nulis sampai sekarang. Ya memang makin nambah usia makin gak bisa bisa se-spontan seperti saat masih muda dulu kali ya? Dimana mulut bisa asal ngejeplak dan kalau salah ya tinggal minta maaf dan dimaklumi karena usia yang masih bisa dihitung dengan jari. Tapi gimana kalau sekarang masih seperti itu? Waduh malu sama jumlah uban yang makin bejibun dikepala ini sih ya.

Oke kembali ke menulis tentang politik tadi….apakah saya tetap akan menulis tentang politik? Karena saya sudah ‘menerima’ tantangan tersebut ya tentu saya akan menulis tentang politik hanya saja mungkin dengan sudut pandang yang berbeda. Naaaah seperti apa sudut pandang yang berbeda yang rencananya akan jadi acuan saya penulis politik tersebut? Setelah berhari-hari dan mungkin berbulan-bulan juga kali ya…oh what the heck….hahaha! Saya melihat bahwa politik itu sangat erat berhubungan dengan opini yang terbentuk maupun dibentuk di masyarakat. Saking seringnya sebuah opini dilontarkan dana sering didengar bisa-bisa menggiring opini masyarakat ke arah yang diinginkan. Sedangkan jika dilihat terus terang saja banyak dari anggota masyarakat kita untuk masalah beropini saja masih acak kadut alias sembarangan mulai dari kekacauan kontekstual sampai termakan hoaks.

Oleh karena itu saya ingin mengangkat hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas membaca opini dan beropini yang lalu dilandasi oleh tentunya akal sehat terlebih dahulu. Akal sehat seharusnya memang jadi landasan segala hal karenaa jika tidak ya akan jadi materi slapstick ala standup comedy  picisan yang hanya mengandalkan fisik semata. Ya sesekali bolehlah buat lucu-lucuan asalkan gak larut dan tenggelam saja.

Jika ingin ngomongin tentang opini tentunya harus ada opini nya terlebih dahulu bukan? Ya dijaman now ini opini berserakkan di dunia maya. Apalagi menjelang tahun 2019 bukan? Jadi gak akan susah mencari topik sih, tinggal bagaimana tulisan-tulisan yang lahir nanti bisa membuat kita semua bisa melihat dari berbagai sudut pandang sehingga nantinya kita bisa memilih yang paling pas dengan nalar yang sehat.

Nah kan niatnya mau menjelaskan akhirnya jadi satu tulisan sendiri deh. Gak papa ya? Tulisan benerannya nanti di blogpost berikutnya saja. Sekarang saya mau sarapan dulu mumpung belum masuk waktu makan siang.

Iklan

3 pemikiran pada “Ngomongin Opini Sebelum Ngomongin Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.