Cara Paling Mudah Mengidentifikasi “Hoax” di Internet


foto: Epic

Tahun 2019 adalah tahun yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Di tahun ini kita akan menjalani pesta demokrasi, pemilihan presiden.  Pada masa-masa seperti ini kita semua harus lebih waspada dalam mencermati berita-berita yang berseliweran karena seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya, berita-berita palsu/hoax akan mulai bermunculan menyebar lewat kanal-kanal media sosial. Dampak yang paling terlihat adalah banyaknya orang yang bingung terhadap berita-berita tersebut. 

Lantas bagaimana caranya agar tak terjerumus ikut termakan berita-berita hoax tersebut. Ketua Masyarakat Anti Fitnah, Septiaji Eko Nugroho di saat deklarasi Masyarakat Anti Fitnah dua tahun yang lalu (dan masih relevan), menguraikan lima langkah sederhana yang bisa membantu dalam mengidentifikasi mana berita hoax dan mana berita asli. Berikut penjabarannya:

1. Judul yang kelewat provokatif

Berita hoax seringkali menggunakan judul bombastis dan provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax. Oleh karena itu, jika mendapatkan berita dengan judul kelewat provokatif, sebaiknya cari referensi lain berupa berita serupa dari situs-situs resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Perhatikan alamat situs (URL/Link)

Selalu perhatikan terlebih dahulu alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

FYI, dari catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

3. Selalu periksa fakta dan latar belakang sumber berita

Jadikan kebiasaan untuk mencari tahu dari mana berita berasal? Siapa sumbernya? Sebaiknya jangan lekas percaya apabila informasi berasal dari pihak-pihak yang punya kepentingan dalam sebuah event seperti pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Selalu fokuskan perhatian pada keseimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.

Selain itu perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini juga harus dicermati. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek keaslian foto

Selain teks yang bisa yang juga sering dijadikan objek manipulasi adalah foto dan juga video . Banyak cerita dimana pembuat hoax juga mengedit foto bahkan video untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Ikut serta grup diskusi anti-hoax

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, masyarakat bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

Cara melaporkan hoax

Apabila menjumpai informasi hoax, bagaimana cara mencegahnya supaya tidak merugikan orang banyak? Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.

Untuk Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.

Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.

Pengguna internet dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan meengirimkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari masyarakat. Situs TurnBackHoax ini juga sekaligus berfungsi sebagai database berisi acuan berita hoax.

*Disadur dari berbagai sumber berita

Iklan

Satu pemikiran pada “Cara Paling Mudah Mengidentifikasi “Hoax” di Internet

  1. Ping balik: Mengapa Orang Percaya dan Membagikan Berita Hoax? | bangwin.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.