Semua Orang Membuat Cerita/Narasi (terlepas dari Benar atau Salah)


Begitu juga saya…

Setiap orang itu senang membuat cerita (terlepas ceritanya benar atau salah). Kami bercerita pada diri sendiri karena kami percaya akan keajaiban. Membuat cerita adalah jalan pintas yang kami gunakan karena kami kewalahan untuk mencari data secara detail. Kisah-kisah yang kami buat dan ceritakan sendiri membuat kami jauh lebih mudah untuk menjalani kehidupan di dunia yang rumit ini. Kami bercerita tentang produk, layanan, teman, pencari kerja, dan bahkan sering juga mengenai hal-hal remeh seperti cuaca misalnya.

Kami sering bercerita kepada diri sendiri tentang kisah-kisah yang hampir bisa dipastikan tidak benar, tetapi dengan mempercayai kisah-kisah tersebut memungkinkan kami dapat menjalankan fungsi kami. Kami tahu bahwa kami tidak menceritakan pada diri kami sendiri kebenaran yang seutuhnya, tetapi hal tersebut berjalan dengan baik (membuat sesuatu lebih mudah), jadi kami menerimanya.

Kami bercerita kepada pasangan, teman, atasan, karyawan, dan pelanggan kami. Dan yang terpenting, kami bercerita kepada diri kami sendiri.

Pemasar adalah jenis pengarang cerita khusus. Pemasar membuat cerita kepada konsumen karena konsumen menuntut mereka untuk melakukannya. Pemasar menceritakan kisahnya, dan konsumen mempercayainya. Beberapa pemasar melakukannya dengan baik sedangkan yang lain sangat buruk . Terkadang cerita yang dibuat membantu orang menyelesaikan banyak hal, menikmati hidup lebih banyak dan bahkan hidup lebih lama. Di lain waktu, ketika cerita itu ternyata cerita palsu, akan memberikan efek samping yang signifikan dan konsumenlah yang menerima akibatnya.

Alasan mengapa semua pemasar yang sukses menceritakan kisahnya adalah karena konsumen menuntut pemasar untuk memberikan narasi (cerita). Konsumen terbiasa mendapatkan cerita untuk diri mereka sendiri (atau mereka buat sendiri) dan menggunakannya untuk bercerita satu sama lain, serta merupakan sesuatu yang wajar jika mereka membeli barang dari seseorang berdasarkan narasi yang diceritakannya kepada kita.

Pada dasarnya kita semua tidak bisa menangani kenyataan sehingga dibuatlah cerita sehingga kenyataan tersebut bisa lebih pas (terlepas dari benar ataupun salah).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.