Bagaimana Awalnya Saya Memulai (lagi) Membuat Podcast


Saya mengenal podcast itu sudah cukup lama, semenjak kembali dari US pada tahun 2005, dimana saat itu saya mendapatkan kesulitan untuk menjalankan radio internet saya di Indonesia karena masalah keterbatasan bandwidth saat itu plus hampir seluruh penyiar yang bantu saya mulai sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, sehingga saya berpikir kalau radio internet saya tersebut mau saya switch ke on-demand program saja, sehingga semua materinya adalah recorded semua instead of live, lalu baru bisa didengarkan jika setiap orang mengklik tombol play. Jadi memang sangat berbeda operasionalnya dengan radio. Dan yang saya pikirkan dan jalankan saat itulah yang sekarang banyak disebut orang sebagai podcast, yang juga sebenarnya berbeda dengan pengertian podcast pada saat istilah tersebut mulai digunakan di awal-awal.

FYI, sampai 2 tahun yang lalu podcast di Indonesia masih belum take off, dan saya pun sudah sejak lama meninggalkannya karena memang audiensnya belum terbentuk. Ya saya pikir, buat apa membuat podcast tapi tidak ada yang mendengarkannya kan? Sampai akhirnya sekitar tahun 2017, mulai bermunculan podcast-podcast lokal (podcast-podcast global sih tetap terjaga konsistensinya). Mulai dari Podcast Awal Minggu nya Adriano Qalbi sampai dengan podcast-podcast besutannya Ario Pratomo, dan sekarang banyak banget podcaster-podcaster baru bermunculan.

Apa yang membuat podcast tiba-tiba mencuat popularitasnya? Saya sendiri tidak mengetahuinya dengan pasti, namun yang pasti para podcast influencer ini punya pengaruh yang cukup besar, sama halnya dengan kemunculan vlog di masa-masa sebelumnya.

Bikin Podcast (lagi) dan Jadi Produser Podcast

Ya karena podcast saat ini di Indonesia mulai banyak digemari, plus saya juga punya kemampuan untuk membuatnya ya saya ikutan juga membuat podcast. Nama podcast saya sangat sulit diingat……Bangwin Podcast!…..hahahaha, too obvious ya? Iya lah yang penting kan mudah ditemukan.

Selain bikin podcast sendiri, saya juga jadi produser untuk podcaster lainnya. Bahkan malah lebih seru jadi produser malah….hahahaha (anak belakang layar soalnya).  Tyas Handayani (Mindshift with Tyas Handayani) adalah blogger/podcaster yang podcastnya saya bantu dari sisi produksinya, tentunya seluruh isi dari podcastnya adalah hasil pemikiran brilian dari Tyas lho ya.

Kerjasama dengan Brand

Minggu lalu untuk pertama kalinya saya (dengan nekat) menawarkan pada klien saya untuk acaranya saya buatkan podcastnya. Tadinya mereka menginginkan saya menulis blog post untuk mereka namun podcast tersebut saya tawarkan untuk dapat saya sisipkan ke dalam blog post tersebut, sehingga pengalaman yang didapatkan oleh pembaca lebih kaya. Dan akhirnya mereka setuju (Alhamdulillah!). Saat tulisan ini saya buat status blog post dan podcastnya masih direview oleh mereka, saya janji pada kalian semua, segera setelah sudah tayang akan segera mengupdate tulisan ini ya.

Nah, terus terang, menyaksikan apa yang kita mulai (dengan penuh passion) tumbuh itu sebuah kebahagiaan yang tiada tara. Tinggal sekarang seperti apa kita merawatnya sampai nanti apa yang kita inginkan bisa tercapai. Saya belum bisa bilang saya berhasil mencapai apa yang saya inginkan, namun setidaknya arahnya sudah terlihat, dan mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik kedepannya.

Oh iya….pesan sponsor sedikit…hahaha! Jika kalian ingin jadi podcaster dan gak tahu gimana memproduksinya, yuk ngobrol! Siapa tahu saya bisa bantu. Silahkan kita awali dengan ngobrol di bagian komen di bawah, atau yang lain jika kalian sudah punya 🙂

Foto: legalpodcaster.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.