Seberapa Banyak Orang Melihat Iklan TV?


Iklan TV mungkin tidak begitu unggul dibandingkan iklan digital ketika menyangkut keterlihatannya/visibilitasnya seperti yang diyakini oleh industri. Menurut sebuah studi baru dari IPG Media Lab, 29 persen dari iklan TV tidak benar-benar dilihat oleh pemirsa.

Media agency bekerja dengan TVision untuk menganalisa perilaku menonton TV selama enam bulan untuk menilai seberapa sering orang benar-benar melihat iklan yang ditayangkan. Menggunakan istilah yang lebih sering digunakan dalam lanskap digital, penelitian ini mengatakan bahwa 29 persen dari penayangan iklan TV tidak “dapat dilihat,” yang berarti tidak ada yang berada di ruangan setidaknya selama dua detik saat iklan ditayangkan. Ini sebanding dengan 31 persen video digital yang tidak dapat dilihat.

“Masalah keterlihatan (viewability) ini telah lama menjadi istilah yang digunakan dalam diskusi lanskap periklanan digital, tetapi sekarang industri menyadari betapa sulitnya untuk mengukur keterlihatan TV linear juga, dan juga sulit melacak dengan tepat bagaimana dan kapan iklan dilihat,” Chad Stoller, Managing Partner untuk IPG Media Lab, dalam sebuah pernyataan.

“Cara TV diukur secara historis tidak menangkap fakta bahwa TV memang memiliki masalah keterlihatan yang mirip dengan digital,” kata Luke McGuinness, presiden TVision. “Ukurannya sangat mirip dan dapat memiliki dampak yang cukup signifikan pada bagaimana pemasar berpikir tentang iklan TV mereka.”

Penelitian ini menggunakan teknologi yang dipasang di panel dalam rumah tangga, merekam variabel-variabel seperti berapa banyak orang di ruangan itu ketika sebuah iklan ditayangkan, apakah orang-orang terlibat dengan iklan tertentu dan apakah iklan dilihat oleh audiens sesuai dengan target yang ditentukan.

Beberapa kategori bernasib lebih baik daripada yang lain: iklan farmasi dilihat 75 persen selama waktu penelitian, dibandingkan dengan 65 persen keterlihatan untuk iklan rekreasi, yang meliputi tempat hiburan, mainan dan permainan, dan gimnasium dan kebugaran. Ini bisa terjadi, sebagian karena disebabkan oleh penggunaan iklan farmasi yang lebih lama, yang cenderung meningkatkan keterlihatan, kata McGuinness.

Sumber: AdAge & IPG Media Lab

2 pemikiran pada “Seberapa Banyak Orang Melihat Iklan TV?

  1. saya nggak pernah tertarik dengan iklan di tv, meski itu di bulan puasa. Kalau iklan di IG, nah lebih menarik minat. Barangkali karena paparan media sosial mendominasi, jadi iklan visual bentuk gambar (bukan tayangan video) lebih menggerakkan orang untuk beli produknya. Ini prediksi sotoy aja sih haha

    Suka

    • Terima kasih Sekar atas komennya. Pernyataan Sekar bahwa Sekar tidak pernah tertarik dengan iklan di TV itu membuktikan hasil riset yang datanya saya gunakan pada tulisan ini. Saya rasa selain memang iklan-iklan di media sosial itu memang sengaja didesain dengan disesuaikan untuk target market di mana Sekar dan teman-teman lainnya berada, keterlihatan atau visibilitas iklan di media sosial itu jauh lebih tinggi bagi Sekar dan juga teman-teman lainnya…:-)

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.