Mengawal Pemilu



 

Pemilihan Umum 2019 sudah dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Ada beberapa daerah yang sedang melakukan pemilu susulan karena ada satu dan dua hal kendala yang membuat mereka harus melakukannya agak terlambat. Problem yang muncul sekarang adalah masalah penghitungan suara.

Proses penghitungan suara yang dilakukan secara manual dengan menyalin form C1 ke website penghitungan suara KPU. Seperti yang diduga, permasalahan mulai muncul karena terjadi kesalahan hasil salinan petugas KPU yang terpampang pada website resmi tersebut (perlu diketahui kesalahan tersebut menimpa kedua paslon bukan hanya satu). Keributan dan tuduh menuduh atas terjadinya kecurangan muncul.

Proses penghitungan yang melibatkan cara-cara manual akan selalu beresiko menimbulkan kesalahan karena faktor manusia (human-error), namun selama hal tersebut bisa dikoreksi ya saya pikir tidak jadi masalah, yang penting harus terus menerus dilakukan cek dan ricek agar dapat meminimalkan hasil yang salah.

Memang yang saya lihat kurang adalah pengetahuan masyarakat tentang mekanisme pengaduan jika mereka mendapati kesalahan. Masyarakat banyak yang lebih suka berceloteh di media sosial tentang kesalahan-kesalahan yang terjadi agar bisa viral. Problemnya adalah inti kesalahan itu beresiko jadi bias jika sampai ke masyarakat, terutama jika sudah ditambah-tambahi dengan kemungkinan terjadinya kecurangan. Alih-alih niat untuk mengoreksi dan memperbaiki jadinya tuduhan-tuduhan yang dibarengi dengan viral yang muncul.

Dalam sebuah diskusi di laman FB, kebetulan saya mengangkat permasalahan quick-count dan kesalahan-kesalahan input yang terjadi, disana saya sempat menyarankan jika ingin semua pihak enak, daripada saling tuduh ya mendingan bareng-bareng dihitungnya. Form C1 itu bisa discan/difoto lalu dikumpulkan dari setiap TPS lalu masing-masing menghitung.

Atau cara yang lebih mudah lagi adalah dengan mengunggah hasil scan form C1 tersebut kemudian diisikan berdasarkan hasil pemilu di website independen kawalpemilu.org, dimana website ini menggunakan sistem gotong royong (crowdsourcing), dimana setiap orang bisa mengunggah form C1 sehingga hasilnya nanti dapat diperbandingkan dengan hasil penghitungan KPU.

Nah saya pikir ini akan lebih fair. No pain, no gain….jangan mengeluh dan komplen saja bisanya tapi diajak mengerjakan bersama-sama tidak mau….:-)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.