Haruskah Anda Membagikan Ulang Konten Lama?


 

Jika Anda telah ngeblog dalam waktu yang cukup lama, Anda mungkin sudah mengumpulkan banyak konten, khususnya yang evergreen ya. Apa yang akan Anda lakukan dengan konten-konten tersebut?

Sepertinya pertanyaan tersebut konyol ya? Maksud saya, bukankah jika sebuah karya sudah tua, itu berarti sudah pernah dibagikan dan orang sudah membacanya, jadi mungkin nanti nilai dan daya tariknya jadi sangat kecil?

Salah!

Saya akan mencoba menggali mengapa Anda memang harus membagikan konten lama Anda, beberapa teknik untuk melakukannya agar tetap fresh, kapan harus membagikan ulang konten lama, dan cara untuk menggunakan kembali konten lama yang masih berharga , posting blog dan artikel.

Mengapa Anda Harus Membagikan Ulang Konten Evergreen

Saat sebuah bisnis pertama kali memulai content marketing campaign, kecuali mereka sudah menyewa seorang penulis blog dan manajer media sosial, tantangan pertama mereka adalah memulainya di blog mereka dan membuat jadwal pembuatan konten secara reguler. Saat setiap posting blog baru diterbitkan, mereka akan membagikannya ke jejaring sosial dan menggunakannya untuk menarik dan melibatkan seluruh pengikut mereka. Seiring berlalunya waktu, bisnis tersebut akan mendapatkan semakin banyak pengikut di media sosial, tetapi pengikut baru ini tidak ada yang akan melihat posting-posting yang dibagikan sebelum mereka mulai mengikuti bisnis ini di media sosial.

Ini adalah salah satu alasan utama untuk berbagi konten lama. Seiring bertambahnya jumlah pengikut media sosial Anda, pengikut baru Anda tidak akan memiliki kesempatan untuk melihat konten lama Anda kecuali mereka menyediakan waktu khusus untuk melihat-lihat arsip blog Anda.

Dan faktanya adalah, setiap kali Anda berbagi posting, bahkan dari semua pengikut Anda ada juga yang tidak melihatnya. Di Facebook, posting Anda terbatas dalam jangkauan oleh EdgeRank, sementara di Twitter walaupun aktivitasnya sangat bagus, posting tidak akan pernah terlihat jika mereka tidak tertangkap dalam 2 – 4 jam pertama.

Membagikan ulang konten lama juga merupakan cara yang cukup efektif untuk memastikan aktivitas reguler dan konsisten di semua jaringan Anda, terutama di Twitter. Setelah bisnis memiliki ukuran arsip posting blog masa lalu yang baik, mereka dapat mulai membagikannya setiap hari, kemudian beberapa kali sehari – tergantung pada seberapa banyak aktivitas lain yang mereka miliki dan berapa banyak konten lama yang harus mereka ambil.

Konten Seperti Apa Yang Sebaiknya Dibagikan Ulang?

Seperti yang disarankan di atas, konten yang dibagikan ulang  harus dianggap “evergreen” Ini adalah istilah yang merujuk pada kemampuan sebuah konten untuk tetap segar dan menarik, bahkan setelah berminggu-minggu dan berbulan-bulan berlalu sejak awalnya diterbitkan. Untuk membedakannya saya ambil contoh bagaimana saya memiliki kombinasi artikel dan berita. Saya menulis tentang berita dan perkembangan di media sosial dan teknologi hampir sepanjang waktu, tetapi setelah saya bosan, cerita-cerita itu hampir selalu diturunkan ke arsip. Meskipun saya dapat merujuk ke cerita lama tersebut di konten lain, namun rasanya membagikan ulang konten tersebut seolah-olah konten tersebut adalah konten baru akan menjadi tidak praktis dan mungkin bahkan tidak bertanggung jawab.

Bagi sebagian besar bisnis, perbedaannya tidak jelas. Sebagian besar konten bisnis yang ada di website-website perusahaan akan berisi persentase blog dan artikel yang lebih tinggi, semuanya tentang topik yang cenderung evergreen. Apa yang perlu dipantau dalam kasus ini adalah apakah informasi yang disajikan dalam artikel masih relevan dan kontekstual. Jika ada yang berubah sejak artikel ini awalnya diterbitkan, saya sarankan untuk memperbarui konten asli, atau menambahkan yang baru jika diperlukan.

Intinya adalah: selalu pastikan bahwa konten yang Anda bagikan ulang masih menarik, akurat, dan relevan bagi audiens Anda.

Bagaimana Seharusnya Anda Membagikan Ulang Konten Lama?

Cara dasar untuk membagikan ulang konten lama adalah dengan hanya membagikan artikel dan judul asli. Dan itu kadang tidak apa-apa, terutama jika itu adalah judul yang benar-benar bagus atau deskriptif. Tetapi biasanya akan lebih efektif untuk mencoba berbagi karya dengan cara yang berbeda dari bagian konten asli Anda.

1. Gunakan judul / deskripsi yang berbeda.

Meskipun judul artikel di situs Anda dan preview saat dibagikan akan selalu sama, ketika berbagi ke jejaring sosial, tweet atau deskripsi pembaruan, Anda dapat mengatakan apa pun yang Anda inginkan. Daripada hanya menggunakan judul yang sama, cobalah versi alternatif. Ini juga merupakan cara yang sangat efektif untuk melakukan pengujian A/B (A/B Testing) atas judul-judul Anda dan memperbaiki pendekatan Anda untuk memberi judul artikel-artikel mendatang. Tweet dari konten yang sama mana yang lebih baik daripada yang lain?

2. Gunakan kutipan dari konten.

Ini tidak hanya teknik yang bagus untuk menarik minat pada karya lama Anda, selain itu teknik ini juga mudah dilakukan dengan menggunakan Buffer dan HootSuite, dua alat yang selalu saya gunakan untuk mengelola konten-konten yang ingin saya bagikan di jejaring sosial.

3. Gunakan gambar dari konten (atau gambar lain) saat membagikan.

Jika Anda biasanya membagikan konten Anda sebagai tautan dengan pratinjau tautan, pertimbangkan untuk berbagi gambar sesekali sebagai gantinya, selalu ingat untuk memasukkan tautan kontent ke dalam deskripsi.

Kapan Seharusnya Anda Membagikan Ulang Konten Lama?

Jadi pertanyaan yang lebih menantang adalah kapan Anda harus membagikan ulang konten lama Anda? Jelas perlu ada beberapa waktu antara kapan pertama kali Anda berbagi posting dan ketika Anda mulai membagikannya lagi. Berapa banyak waktu tergantung pada seberapa sering Anda berbagi ke media sosial, dan berapa banyak konten lama yang Anda miliki.

Untuk Anda yang baru mulai melakukan content marketing dan aktivitas media sosial, yang terbaik adalah melakukannya dengan tidak terlalu cepat. Konsentrasi pada berbagi hanya satu atau dua posting sehari ke media sosial, dan sebagian besar dari itu adalah artikel atau posting dari orang lain. Saat Anda memiliki konten baru milik Anda sendiri, bagikan, tetapi jangan pernah berpikir untuk membagikan lagi posting lama Anda hingga Anda memiliki setidaknya sepuluh atau dua belas konten lama di arsip Anda.

Setelah arsip konten Anda sudah mulai terbangun, sekarang saatnya untuk berbicara jadwal.

Pertama, saya sarankan Anda menunggu sebulan atau lebih sebelum berbagi artikel yang sama, dan kemudian memiliki setidaknya banyak waktu di antara pembagian tambahan.

Kedua, tentukan tingkat rata-rata pembagian ke media sosial Anda saat ini dan jumlah total pembagian yang harus Anda hasilkan per bulan. Misalnya, jika Anda saat ini ingin berbagi 2 konten per hari kerja, itu sekitar 45 konten per bulan. Sekarang, beberapa di antaranya akan menjadi konten baru Anda saat dipublikasikan, dan berapa yang sebagian besar akan berupa artikel dan posting dari orang lain.

Alat Apa Yang Anda Dapat Digunakan untuk Membagikan Ulang Konten Lama?

Anda harus secara teratur mengevaluasi waktu puncak para followers, serta pertimbangan lain, dan menjadwalkan berbagi media sosial mereka dengan tepat waktu.

Meskipun bicara masalah ini ada dalam tingkatan otomatisasi, saya juga mendorong Anda untuk memastikan bahwa mereka mendengarkan komentar dan peluang untuk keterlibatan. Dengan menggabungkan HootSuite dan Buffer, Anda dapat memastikan aktivitas media sosial reguler  terus berjalan sambil tetap “sosial” dan terhubung.

Bagaimana Anda Dapat Memperbaharui Konten Lama?

Selain membagikan konten lama, Anda juga dapat menggunakan kembali konten lama itu. Pembaharuan konten biasanya mengacu pada pengubahan konten asli dengan beberapa cara. Contoh umum termasuk:

  1. Menyajikan konten Anda sebagai podcast audio.
  2. Membuat tayangan slide presentasi dari poin-poin yang didapat pada konten Anda dan mengunggahnya ke SlideShare.
  3. Ubah presentasi Anda menjadi video dengan voice over dan unggah ke YouTube.
  4. Buat infografis yang menyoroti poin utama dan statistik yang terkait dari konten Anda.

Kapan pun Anda menggunakan kembali konten Anda, maka Anda tidak hanya menciptakan materi dan aktivitas untuk jejaring sosial lain seperti YouTube, tetapi juga konten tambahan yang dapat Anda bagikan ke jaringan utama Anda.

Seperti yang Anda lihat, ada sejumlah cara di mana Anda dapat dan harus membagikan ulang dan menggunakan kembali konten lama agar dapat terus menciptakan peluang  keterlibatan dan minat yang lebih besar. Jika sebelumnya Anda berhati-hati membagikan ulang konten lama, saya harap tulisan bisa mengubah pikiran Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.