Everybody Make Mistakes and It’s Okay


Tadi malam sebelum tidur, saya akhirnya berkesempatan untuk menasehati anak saya karena ia selalu menyesal berlebihan sambil marah-marah atau nangis jika kami, orang tuanya, mengoreksi kesalahan yang ia perbuat.

Anak kami itu unik. Ia sangat lurus dan keukeuh dalam arti kata jika kami mengajarkan sesuatu maka ia akan memegang teguh apa yang diajarkan tersebut sebagai sesuatu yang absolut. Karakternya ini sudah terlihat ketika beberapa tahun lalu kami mendapatkan kesempatan berlibur ke Melbourne, Australia. Pada saat kami menyebrang jalan bersama dengan orang lain juga sebelum lampu penyebrangannya berubah warna dari merah ke hijau, anakku yang sedang duduk di stroler marah-marah sambil nangis sambil menunjukkan jarinya ke lampu merah, walaupun saya bilang ke dia bahwa lampunya akan hijau dalam beberapa detik kok nak. Hahaha, ya dalam bayangannya dia kita semua baru boleh jalan kalau lampunya hijau, no matter what….:-)

Kembali ke tadi malam, karena siangnya dia tidur cukup lama, jadi malamnya agak susah untuk segera tidur, jadi saya ajak dia ngobrol tentunya bersama mamanya juga. Dia bercerita bahwa dia khawatir akan ditinggalkan pergi seperti anaknya tetangga sebelah (yang kemudian diceritakan juga perginya ke Bintaro Xchange dimana tidak terlalu jauh juga), saya tanya ke anak saya, apakah dia dengar sendiri bahwa anaknya tetangga sebelah itu ditinggal sama ibunya? Atau ibunya yang cerita bahwa anaknya tertinggal atau gimana gitu? Anak saya bilang tidak….“That’s what I think, Papa”…..:-)

Sambil tersenyum saya bilang ke anak saya, “Nak, tidak semua yang kita pikirkan itu benar lho. Makanya sebelum menyimpulkan sesuatu, kita harus membuktikan dahulu bahwa kesimpulan kita itu benar” (menggunakan bahasa campur-campur Inggris dan Indonesia). Reaksinya justru dia nangis sambil bilang…“I’m sad when you say I was wrong Papa”…..:-( Pada saat itu lah saya memutuskan untuk memberikan penjelasan lebih jauh pada anak saya tentang pengertian benar dan salah pada kehidupan dalam ruang lingkup kecil tentunya…..Makna kesalahan dan pentingnya kesalahan dalam proses pembelajaran.

Sambil menenangkannya saya bilang lagi, “Nak, semua orang itu tidak luput dari kesalahan. Papa juga sering melakukan kesalahan, Mama juga, Atok juga….semua orang melakukan kesalahan. It’s ok to make mistakes as long we learn from it. Papa menunjukkan kesalahan pada dirimu itu artinya Papa sayang sama kamu, karena dengan menunjukkan kesalahan tersebut Papa berharap kamu bisa belajar untuk tidak melakukannya lagi. Kalau Papa tidak sayang, ya ngapain Papa cape-cape bilangin kamu kalau kamu salah kan? Jadi jangan sedih dan jangan kecewa kalau Papa atau orang-orang yang sayang sama kamu mengoreksi atau menunjukkan kesalahan pada sikapmu. Itu kami lakukan karena kami sayang sama kamu Nak”.

Perbincangan malam itu tidak menjadi perbincangan yang menyedihkan namun berubah jadi kelegaan bagi kedua belah pihak. Pagi ini anak saya kelepasan ngomel sama Atoknya (kakeknya) karena Atoknya lupa sesuatu. Saya kembali mengingatkan anak saya “Hey….remember last night when I told you that everybody makes mistakes and it’s okay?”……Anak saya tersenyum dan bilang “Oh iya Papa…I’m sorry Atok….”

Saya tersenyum dan kebahagiaan saya sebagai orang tua membuncah…:-)

Terima kasih nak karena dirimu pun mengajariku untuk lebih sabar sebagai orang tua.

Catatan: Yang ada di foto itu bukan saya lho ya, kalau ada yang percaya itu saya ya sudah, apa boleh buat 😛

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.