Berkreativitas Bersama-sama


Banyak yang menganggap bahwa orang yang jenius dalam hal kreativitas itu selalu seorang penyendiri. Penggambarannya adalah seperti seseorang yang tiba-tiba muncul, tidak dipengaruhi oleh siapapun, semacam mendapatkan ilham dari sang pencipta dan boom! inspirasi langsung muncul dan dilanjutkan dengan mengurung diri di tempat ia bekerja untuk mewujudkan ide brilian yang ia dapatkan.

Begitulah mitos yang berkembang mengenai kreativitas yang membuat seseorang jadi dianggap jenius. Jika kalian mempercayai gambaran tentang orang jenius ini maka kreativitas itu masuk dalam tindakan antisosial yang hanya dilakukan oleh orang-orang hebat seperti Einstein atau Picasso dan secara gamblang ada perbedaan yang jelas antara orang jenius dan orang biasa. Dengan kata lain mungkin bagi sebagian besar dari kita hanya akan jadi orang yang terkagum-kagum saja dengan pencapaian orang-orang jenius tersebut tanpa pernah bisa berpikir bahwa mereka pun bisa menjadi salah satunya.

Ada cara lain untuk memandang kreativitas yang diungkapkan oleh musisi Brian Eno dengan istilah Scenius. Pengertian scenius itu seperti jenius, hanya saja muncul dalam sekelompok orang ketimbang dalam perorangan. Brian Eno menyarankan penggunaan kata scenius tersebut agar dapat menyampaikan pengertian kreativitas yang ekstrim yang dapat dihasilkan sesekali oleh kelompok atau tempat. Definisi aktual dari Brian adalah: “Scenius mewakili kecerdasan dan intuisi dari seluruh skena budaya. Ini adalah bentuk komunal dari konsep jenius”.

Banyak gagasan-gagasan besar yang dilahirkan sekelompok orang kreatif, seperti seniman, kurator, pemikir dan juga para trendsetter lainnya yang kemudian membangun zona sendiri. Jika diteliti lebih jauh kebelakang, banyak para jenius atau orang yang kita anggap jenius itu sebenarnya merupakan bagian dari sekelompok orang yang saling mendukung, saling mengamati karya satu sama lain, saling mencuri ide, dan juga saling menyumbang gagasan. Para scenius ini menyadari bahwa karya yang bagus itu tidak muncul begitu saja, dan kreativitas itu dalam beberapa kasus selalu merupakan hasil dari sebuah kolaborasi, hasil pemikiran yang terkait dengan pemikiran lainnya.

Yang menarik dari konsep scenius ini adalah adanya pemberian ruang untuk berkreativitas bagi semua orang, termasuk orang-orang biasa yang tidak pernah menganggap diri mereka jenius. Menjadi bagian dari scenius bukanlah untuk menunjukkan betapa berbakatnya dirimu namun justru untuk berkontribusi. Dengan demikian kita akan berhenti mempertanyakan apa yang orang lain berikan dan mulai mempertanyakan apa yang bisa disumbangkan.

Saat ini bergabung dengan sebuah scenius bukanlah hal yang sulit. Teknologi internet membuat semua orang dapat dengan mudah terhubung. Begitu juga antar scenius pun dapat terkoneksi tanpa harus tergantung dari kesamaan lokasi dan waktu. Begitu beragam fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan sebagai tempat bertemu seperti blog, media sosial, milis, forum diskusi maya, yang kesemuanya memiliki fungsi yang sama yaitu tempat yang dapat didatangi orang untuk membicarakan hal-hal yang dianggap penting. Tidak ada persyaratan khusus untuk bergabung di scenius. Di dunia maya, semua orang diperbolehkan untuk menyumbang sesuatu.

Dalam bukunya yang berjudul Show Your Work, Austin Kleon menjelaskan bahwa jenius itu egosistem dan scenius itu ekosistem

Dunia kita adalah ekosistem di mana satu-satunya peluang nyata kita untuk bertahan hidup sebagai suatu spesies adalah kerja sama, komunitas, dan kepedulian. Dunia kita ini dipimpin oleh orang-orang yang percaya pada egosistem, menjalankan persaingan, kekuasaan, dan kepentingan diri sendiri.

Ketika Anda memikirkan keluarga Anda, teman-teman Anda, lingkungan Anda, kantor Anda, kota Anda, negara Anda, dunia Anda … apakah Anda menjalankannya sebagai ekosistem atau egosistem?

Sumber: Show Your Work (Austin Kleon), Scenius, or Communal Genius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.