Beberapa saat yang lalu, beberapa teman saya di media sosial heboh karena ada salah satu tokoh yang dianggap kontroversial tiba-tiba diketahui banyak memiliki likes. Yang membuat mereka heran dan tidak menyangka adalah banyak dari teman-teman dari circle nya mereka (yang sama-sama tidak menyukai tokoh kontroversial ini) justru termasuk dalam orang-orang yang me-like.

Didorong perasaan tidak percaya, teman-teman saya ini meminta teman-temannya yang masuk dalam daftar yang me-like tokoh ini untuk mencek ulang dan mengunlike segera. Dan hal ini membuat saya cukup bingung.

Likes di dunia media sosial itu memiliki arti lebih dari hanya arti yang tertera dalam kamus, yang kalau kita periksa artinya “suka”. Atau kalau boleh saya jelaskan lebih jauh, ada banyak pengertian yang mendasari pengertian “suka” ini. Memang arti utamanya adalah “suka” tapi di dunia media sosial bisa saja orang me-likes seseorang karena “benci”, sehingga dengan me-like, maka ia bisa terus memonitor orang yang mereka benci ini.

Nah, dengan kenyataan ini, ya gak perlu baper juga kalau orang yang kalian benci justru di like oleh teman-teman kalian. Bisa jadi teman-teman kalian me-like karena ingin mengumpulkan banyak bahan untuk membullynya.

Kalau istilah anak jaman sekarang, santuy aja lah….:-)