Wawasan


Kepercayaan diri kita pada suatu hal biasanya sangat dipengaruhi oleh pengalaman yang dimiliki. Semakin banyak pengalaman yang kita miliki maka semakin tinggi lah kepercayaan diri kita untuk menjalani sesuatu. Setuju gak?

Pengalaman itu kadang juga sulit didapat jika kita tidak percaya diri. Ini jadi dilema ayam dan telor yang akan membuat hidup kita ya jadi jalan di tempat.

Saya kasih contoh sedikit. Salah satu teman selama hidupnya tinggal di daerah Jakarta Selatan. Saking jarangnya ia main ke daerah lain maka ia tidak memiliki bayangan bagaimana hidup di wilayah Jakarta lainnya, sehingga jika ia di minta untuk berkunjung ke Jakarta Timur misalnya, maka ia akan merasa sangat was-was. Di luar Jakarta Selatan itu ia anggap sebagai wilayah antah-berantah yang berbahaya. Pertanyaannya jika ia ingin mencari teman, maka kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan berkenalan dengan orang lain di Jakarta hanya 1/5 karena dari 5 wilayah DKI Jakarta hanya Jakarta Selatan yang ia merasa comfortable. Coba jika kata “teman” pada pertanyaan saya sebelumnya di ganti dengan “pengalaman”, atau “rejeki” misalnya, seharusnya Anda bisa mendapatkan gambaran yang jelas.

Wawasan itu berbanding lurus dengan kemauan dan keberanian. Dibutuhkan kemauan dan keberanian yang tinggi untuk dapat memperluas wawasan kita. Kemauan dan keberanian juga saling dukung, jika kalian punya kemauan tapi tidak punya keberanian atau sebaliknya, ya sami mawon, gak akan jalan juga.

Dalam konteks pekerjaan, wawasan akan menjadi cara baru untuk memulai bekerja di ranah pekerjaan yang baru. Dengan wawasan yang cukup maka orang-orang di bidang baru tersebut akan merasa cukup yakin dengan kalian dengan mau memberika kesempatan pada kalian. Dunia pekerjaan adalah dunia yang cukup strict. Jika tidak punya pengalaman atau pengalaman kalian kurang relevan maka jalan kedepan jadi semakin sulit. Wawasanlah yang jadi modal utama sehingga kesempatan itu dapat diberikan pada kalian.

Satu hal yang paling penting yang perlu dipahami adalah, wawasan itu ada dalam kepala kita semua, sehingga jika tidak dikeluarkan (dikomunikasikan) maka ia jadi tidak berguna juga. Jadi bagi yang merasa memiliki wawasan yang dianggap cukup, maka mengomunikasikannya adalah langkah berikutnya.

Foto oleh S O C I A L . C U T di Unsplash

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.