Saya membaca kasus pembunuhan seorang hakim di Medan, yang mana eksekutor pembunuhannya dijanjikan imbalan umrah. Kasus ini cukup membingungkan bagi saya pribadi. Dan beberapa kasus lain ada juga yang melibatkan agama hanya untuk membungkus tindakan-tindakan kejahatan lainnya, misalnya melarikan uang penjualan rumah real-estate syariah. Atau kasus yang cukup terkenal, kasus First Travel.

Yang membuat pertanyaan besar di kepala saya adalah sebenarnya apa posisi agama bagi orang-orang ini ya? Para pelaku kejahatan yang membungkus kejahatannya dengan agama agar dapat memuluskan niat jahat mereka. Ya tentunya mereka sangat jeli melihat bahwa penggunaan agama membuat para penganut agama yang taat jadi percaya, jadi tunduk dan mau saja sampai akhirnya sadar bahwa mereka ditipu.

Agama adalah panduan hidup, tidak ada yang menyangsikan itu namun sangat menyedihkan buat saya jika panduan hidup tersebut justru dijadikan alat untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau sekelompok orang.