Website


Dulu, memiliki website itu adalah sebuah kebanggaan sendiri. Hanya entitas yang dianggap resmi yang biasanya memiliki website. Ya tidak heran juga karena pada saat itu bahasa pemrograman HTML juga masih belum banyak yang paham. Kebalikannya pada saat ini hampir semua bisa membuat website sendiri karena aplikasi-aplikasi untuk membuat website pun banyak bermunculan. Pertanyaannya, apakah memiliki website itu masih merupakan sesuatu yang esensial pada saat ini terutama untuk kebutuhan bisnis?

Dengan hadirnya media sosial sejak tahun 2000an, banyak yang merasa untuk menjalankan bisnis itu tidak perlu punya website lagi. Apakah demikian? Bagi saya bisnis itu akan terlihat kredibel jika memiliki website. Walaupun memang banyak juga bisnis yang bisa dijalankan hanya bermodal memiliki akun media sosial, misalnya Instagram yang pada saat ini banyak digunakan untuk berjualan.

Perlu diketahui bahwa menjalankan bisnis itu berbeda dengan memberikan kesan pada calon klien bahwa bisnis yang dijalankan itu kredibel. Bisnis baru bisa berjalan jika sudah memiliki pembeli, dan untuk mendapatkan pembeli maka si bisnis harus membuktikan bahwa bisnisnya kredibel, oleh karena itu maka website itu dibutuhkan.

Apakah aku media sosial tidak bisa digunakan sebagai website resmi perusahaan? Menurut saya sama sekali tidak bisa. Pertama, dengan media sosial kita tidak bisa mendapatkan domain name sendiri. Pengguna selalu menggunakan username setelah domain name utama si penyedia layanan, misalnya jika nama bisnisnya adalah Toko Slamet, akun IGnya tentu saja harus instagram.com/tokoslamet misalnya. Sedangkan dengan menggunakan website maka domain name bisa menggunakan nama bisnisnya sendiri, misalnya tokoslamet.com (jika masih available tentunya). Ya tentunya akan lebih kredibel usaha yang mau mengeluarkan modal untuk membeli domain name dan membayar hosting untuk website ketimbang bisnis yang selalu mengandalkan media gratisan seperti kebanyakan media sosial.

Lalu apakah penggunaan media sosial jadi bisa berdampak buruk bagi bisnis? Tentu saja tidak, hanya saja sebaiknya jangan jadikan media sosial sebagai media utama bagi keberadaan bisnis di dunia maya, melainkan website. Jadikan media sosial sebagai penyokong bisnis untuk mencapai para pengguna.

Bangwin di Gosowong, Halmahera Utara

Tulisan ini kebetulan juga saya buat ketika pekerjaan saya membantu membangun website untuk perusahaan pertambangan yang lokasinya ada di Gosowong, Halmahera Utara. Bayangkan, perusahaan yang touch-point ke end usernya kecil karena bisnisnya pertambangan saja sadar akan pentingnya memiliki website sendiri.

Bagaimana dengan Anda?

Photo by Hal Gatewood on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.