Perut


Yuk ngomongin masalah klasik yang banyak terlupakan yaitu peranan perut dalam mewujudkan impian dalam hidup. What? Maksute opo tho Bang?

Jadi begini, pasti banyak dari kalian yang sering membicarakan cita-cita, tujuan hidup dan impian-impian kan ya? Saya juga demikian kok, dan saya pikir itu hal yang wajar. Konteksnya bisa macam-macam, mulai dari target pekerjaan, sampai ke hal-hal yang jauh ke depan. Biasanya saat membicarakannya dengan teman itu spirit untuk mencapainya sangat menggelora, apalagi mendiskusikannya dengan teman yang punya pemikiran yang sama. Ya kadang saking semangatnya, kelihatannya tidak ada hal apapun yang bisa menghalangi, namun problem baru muncul saat kembali ke rumah, ke kantor lalu melihat segudang pe er-pe er lain yang belum di jalankan. Pe er yang tidak bisa tidak diindahkan adalah pe er yang menyangkut perut.

Pe er yang menyangkut perut itu adalah kebutuhan hidup. Saya menggunakan istilah perut karena mengisi perut itu adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa tidak harus dapat dipenuhi setiap bulannya. Tentu saja perut itu adalah sebuah analogi, karena kebutuhan dasar dalam menjalani kehidupan tentunya bukan hanya masalah makan, tapi juga bayar listrik, bayar air, bayar uang sekolah (bagi yang sudah punya anak) dan banyak lagi.

Dulu saya berpendapat bahwa kita harus punya mimpi setinggi langit untuk masa depan, namun sekarang saya berpendapat bahwa kita boleh punya mimpi setinggi langit namun kita mesti sadar bahwa kita tidak akan pernah bisa mewujudkannya dalam kondisi lapar (perut kosong). Ya kalau perut kosong pikiran kita pasti akan dipenuhi dengan bagaimana cara supaya kita bisa makan dan kenyang dulu sebelum memikirkan hal lain. Mikirin mimpi tentu saja akan jadi nomer sekian.

Nah….melanjutkan pertanyaan orang tentang si A yang bisa mewujudkan mimpinya, dan si B yang sekarang sudah mulai menuju ke cita-citanya. Ya mungkin mereka sudah tidak perlu mengurusi perut mereka lagi, dengan kata lain, untuk urusan perut mereka sudah bisa mengatasinya, sehingga mereka bisa fokus memikirkan mimpi dan ide-ide brilian yang ingin mereka wujudkan.

Terserah Anda mau setuju atau tidak, tapi saran yang dapat saya berikan adalah pastikan perut Anda tidak kosong, baru Anda bisa berpikir secara optimal bagaimana mewujudkan ide Anda.

Itu baru realistis…

Photo by Guillermo Latorre on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.