Masuk Angin


Masuk angin itu katanya bukan penyakit, tapi kenyataannya bikin sakit. Bayangkan gimana rasanya kalau sedang masuk angin? Perut rasanya penuh, begah kalau istilah orang Betawi. Dalam kondisi tertentu bisa bikin mual, dan ada yang sampai muntah-muntah yang diawali oleh keringat dingin terlebih dahulu. Nah kalau sudah begini gak ada yang bilang masuk angin ini gak bikin sakit. Tapi masalahnya masuk angin ini bukan penyakit. Ngeselin kan?

Eniwei…sengeselin-ngeselinnya ya sudah lah ya, kalau sudah kejadian ya tetap saja yang dicari itu bagaimana mengatasi penyakit jadi-jadian yang bahkan di dunia medis saja gak dikenal ini. Tetap saja kita semua menyebutnya dengan masuk angin dengan menuduh si angin masuk ke dalam tubuh kita tanpa ijin lalu berusaha mencari cara agar si angin sontoloyo tersebut keluar dengan cara apapun kan ya?

Konon kabarnya angin penyusup ini takut sama hawa panas, sehingga jika tubuh di masuki oleh angin maka paling enak ya dibuatkan teh panas untuk di minum sambil menunggu supaya anginnya keluar. Atau si angin di usir dengan cara mengerok tubuh dengan koin benggolan + balsem. Namun dalam perkembangannya ada perusahaan asli Indonesia yang menemukan cara praktis mengusir angin tersebut, yaitu Sido Muncul yang membuat produk legendaris yang namanya Tolak Angin.

Saya yakin kalian pasti manggut-manggut ketika mendengar nama Tolak Angin, ya karena itu tadi, memang ini produk legendaris walaupun tidak diakui sebagai obat namun berjuta-juta manusia Indonesia sudah berhasil terbebaskan dari si angin jahat yang masuk ke dalam tubuh mereka semua akibat jasa si Tolak Angin ini. Sejak Sido Muncul menciptakan Tolak Angin, jutaan orang setiap hari membekali rumah mereka, kendaraan mereka, tas mereka dengan sachet-sachet kecil bertuliskan Tolak Angin ini. Ya….ehm, termasuk saya juga dong….haha! Ya gimana gak? Gak ada yang bisa mengalahkan kepraktisan mengusir angin dengan membawa sachet Tolak Angin.

Oke, kalian sudah paham pastinya ya pandangan saya terhadap problem bukan penyakit, masuk angin tapi tetap bikin sakit dan repot kalau gak di sembuhkan. Dan betapa saya melihat Tolak Angin itu adalah produk penyelamat kita semua dari penderitaan masuk angin tersebut. Apa kira-kira yang saya lakukan jika di suatu hari saya mendapatkan undangan untuk peluncuran produk baru dari Sido Muncul, di mana salah satunya adalah Tolak Angin? Ya pasti saya sanggupi dan rasa penasaran mendorong saya untuk menyiapkan waktunya dong….hehehe. Dan itulah yang terjadi kemarin.

Tanggal 20 Februari 2020 adalah hari di mana Sido Muncul mengundang beberapa influencer dan juga media untuk menyaksikan peluncuran 7 produk baru mereka yang masuk dalam kategori food supplement berbentuk soft capsule, dan salah satu dari 7 produk baru tersebut adalah Tolak Angin! wow! Tolak Angin dalam bentuk soft capsule….can you imagine that? Eh bentar-bentar…..selain Tolak Angin ya ada juga Tolak Linu, Sari Kunyit, Vitamin E 100 I.U, Vitamin E 300 I.U, Vitamin D3 400 I.U, dan Virgin Coconut Oil (VCO)…..Ya kalau vitamin dalam bentuk soft capsule sih tidak terlalu istimewa ya karena banyak brand-brand lain sudah lebih dahulu memiliki produk seperti itu, namun kalau jamu dalam bentuk soft capsule? Wah keren sih memang, dan menurut Direktur dari Sido Muncul bapak Irwan Hidayat, hal ini mereka lakukan agar dapat memperluas pangsa pasar ekspor.

Ya untuk urusan jamu, membuat produk food supplement berbentuk soft capsule itu menurut saya pribadi cukup jenius, karena ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang kurang menyukai aroma jamu. Dan pendapat ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Wakil Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat.

Ngomong-ngomong, sebetulnya acara launching produk baru food supplement Sido Muncul itu lumayan membuka wawasan saya juga sih. Sebagai seseorang yang tidak pernah minum jamu (saya gak tahan baunya), produk siap minum Sido Muncul yang sudah ada duluan di pasar, Jamoe Life Style yang dijadikan minuman buat para tamu itu enak dan keren banget ternyata.

Jamoe Life Style

Saya juga berkesempatan untuk ikutan cek darah agar dapat mengetahui kondisi kolesterol dan asam urat saya, alhasil saya dianjurkan untuk mengonsumsi garlic capsule (silahkan tebak sendiri kenapa, hehehe)

Sebelum pulang karena acaranya sudah selesai, kami juga mendapatkan kesempatan untuk ngobrol santai dengan bapak Irwan Hidayat, dan juga foto bareng, tentunya bersama influencer-influencer yang lainnya.

Back to urusan masuk angin, selain praktis banget kalau badan kita sedang kemasukan angin (tinggal tenggak aja soft capsulenya), sampah plastik yang dihasilkan dari bungkusan sachet bekasnya juga bisa sangat-sangat dikurangi kan? Saya juga baru kepikiran nih nilai tambahnya yang ini.

Sekali lagi, tulisan ini membahas tentang penyakit yang bukan penyakit lho. Saya yakin kalau ada dokter yang baca pasti mereka geleng-geleng kepala. Mungkin menurut mereka it’s a bit too much untuk sebuah sakit yang tidak masuk dalam kategori penyakit apapun. Buat kita terutama orang Indonesia, sakit ya sakit, apapun yang bisa membuat sakit itu hilang ya bakal digunakan.

Yuk ah ke Apotek, Toko Obat Tradisional, dan Modern Outlet untuk ngedapetin Tolak Angin versi soft capsule dan juga tentu saja 6 produk-produk baru Sido Muncul yang lainnya.

Photo by David Mao on Unsplash & also taken from private collection

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.