Water City


Tenang…..tulisan ini tidak akan berisikan nyinyiran terhadap kota Jakarta kok. Lambat laun saya sudah mulai bisa menerima bahwa memang siapapun tidak bisa memperbaiki kondisi banjir yang sering sekali menerpa kota Jakarta. Well, kota-kota lainnya juga sih, tapi saya ingin membahas tentang kota Jakarta saja ya.

Pagi ini saya membaca berita yang bertajuk “Jakarta, the fastest-sinking city in the world”, artikel yang dibuat pada tahun 2018, yang saya lihat makin lama makin mendekati kenyataan. Artikel tersebut dibuka dengan paragraf:

The Indonesian capital of Jakarta is home to 10 million people but it is also one of the fastest-sinking cities in the world. If this goes unchecked, parts of the megacity could be entirely submerged by 2050, say researchers. Is it too late?

Selanjutnya artikel tersebut menyampaikan hasil wawancara dan bukti-bukti yang menunjukkan memang Jakarta menuju ke arah sana.

Ok lalu apa yang bisa dilakukan? Sebelum berfikir apa yang harus dilakukan, mungkin ada baiknya penduduk Jakarta dapat melihat jauh kedepan dan jujur pada diri masing-masing, apakah kalian mampu memperbaiki kondisi yang menyebabkan tenggelamnya kota Jakarta ini atau tidak? Jika tidak, ya tidak juga jadi masalah, artinya kalian harus mengubah positioning kota Jakarta menjadi kota yang benar-benar berbeda.

Maksud mu gimana Bang?

Jadi begini, jika semua penduduk Jakarta yakin bahwa hal ini akan terjadi, artinya tindakan pencegahan ya tidak perlu dilakukan. Dan konsekuensinya kalian harus mulai menerima bahwa pada satu saat nanti yang namanya kota Jakarta itu adalah kota air atau istilah kerennya, “water city”. Kalau sekarang mungkin jadi bahan olok-olokan karena banjir melulu, nanti setelah positioning kota Jakarta diubah menjadi water city, banjir akan jadi the new norm for Jakarta. Artinya semua infrastruktur harus disiapkan menjadi sebuah water city yang baik tentunya, misalnya transportasi utama ya kendaraan yang berjalan di atas air, jalan-jalan diubah menjadi kanal-kanal dengan jembatan-jembatan cantik tentunya.

Di Italia, ada kota yang namanya Venice (Venesia), yang dijuluki City of Water. Di beberapa tempat di kota Bangkok pun saya pernah melihatnya sendiri, transportasi yang digunakan adalah kapal-kapal yang melewati kanal-kanal yang memang dibuat untuk sarana transportasi. Eh by the way di tahun 2015, pemerintah Thailand juga sudah mengakui lho bahwa kota Bangkok itu akan tenggelam dalam waktu 15 tahun.

Jadi new positioning Jakarta tersebut akan jadi lebih relevan jika memang pemerintah kota Jakarta melihat tidaklah mungkin bagi Jakarta menjadi kota daratan. Water city atau land city tidak akan jadi masalah jika memang dikelola dengan baik.

Gimana menurut kalian?

Photo by travelandleisure.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.