Eksposur


Banyak yang menganggap eksposur itu seperti jaminan kesuksesan. Oleh karena itu industri periklanan (advertising) berkembang, karena adanya permintaan untuk mendapatkan eksposur. Pertanyaannya apakah benar eksposur itu menjadi jaminan kesuksesan? Ya bisa jadi betul asal semua bisa dikontrol. Wait, what?

Menurut saya eksposur itu bisa menjadi jaminan kesuksesan jika yang diekspos itu sudah siap menerima eksposur tersebut. Contohnya….brand sebuah produk akan sangat terbantu dengan adanya eksposur oleh karena itu biasanya mereka punya budget pemasaran sendiri agar brand tersebut bisa lebih banyak dikenal dengan cara memdorong eksposur ke arah brand tersebut. Tentunya jika produknya belum siap si brand tidak akan mencari eksposur tersebut, ini yang saya sebut dengan istilah bisa dikontrol.

Berbeda kejadiannya dengan daerah yang punya potensi pariwisata. Persiapannya tentu jauh lebih rumit. Potensi berkembangnya ekonomi pada daerah berpotensi dalam hal wisata memang jadi besar jika mendapatkan eksposur kemana-mana, tapi juga potensi kerusakan daerahnya jika belum ada sistem yang menjaganya.

Saya ingat beberapa saat yang lalu ada seorang influencer dibidang travel memposting foto-foto hasil kunjungannya ke wisata alam “Negeri Di Atas Awan – Gunung Luhur, Lebak” yang akhirnya memicu kepopulerannya mengingat jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta.

Hasil laporan perjalanannya jadi viral dan membuat banyak orang jadi penasaran dengan tempat ini dan membuat rekor kunjungan ke tempat ini sebanyak 30 ribu kunjungan. Mendadak daerah ini jadi tujuan wisata yang populer.

Namun pada saat itu infrastruktur yang ada di daerah mereka sebagai tujuan wisata belumlah siap, sehingga ini yang terjadi:

(Kemacetan beberapa kilometer sebelum Puncak)
(penuh dengan wisatawan)
(belum memiliki fasilitas yang nyaman)

Popularitas daerah tanpa dibarengi persiapan daerahnya juga akan membuat daerah tersebut jadi rusak dan ujung-ujungnya orang jadi malas datang.

Saya tidak bilang bahwa akibat dari eksposur itu jelek, justru sebetulnya eksposur itu dibutuhkan, namun menurut saya eksposur itu harus disikapi dengan lebih sigap lagi. Kalau perlu ya memang bersikap seperti brand, yang mempersiapkan diri sebelumnya untuk menghadapi eksposur tersebut.

Saya gak tahu sih perkembangan daerah wisata “Negeri Di Atas Awan” saat ini seperti apa, saya harap mereka bisa mulai mengatasi permasalahan lemahnya sarana dan prasarana di sana.

Untuk daerah lain, please think about it. Sayang potensi daerah kalian jika pengalaman keseluruhan yang didapat oleh pengunjung tidak sebanding dengan keelokan yang dimiliki oleh daerah kalian.

Photo by David Becker on Unsplash

Foto-foto Negeri Di Atas Awan: (KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.