Belajar-Mengajar Lewat Online


Saat wabah berlangsung cara yang terbaik yang dapat dilakukan untuk menjamin proses belajar-mengajar bisa tetap berjalan adalah dengan melakukannya via online. Teknologi seharusnya membuat hal ini bisa dilakukan, para pelaku bisa belajar, hanya saja sarana dan prasarana yang tersedia biasanya membuat kita tidak bisa terlalu banyak berharap.

Pada tulisan kali ini saya tidak akan membahas tentang kesiapan para pelaku karena saya anggap tidak ada pilihan, ya harus siap semua dengan belajar sesegera mungkin. Yang akan saya bahas adalah sarana seperti apa yang bisa dilakukan agar proses belajar-mengajar secara online itu bisa berjalan dengan baik.

Biasanya yang terbayang oleh banyak orang ketika mendengar “online class” atau “online training” biasanya adalah setiap orang terkoneksi ke internet dengan menggunakan sarana online conference yang memungkinkan guru dan murid bisa berinteraksi lewat video dan audio. Well, jika sarana internet yang digunakan seperti koneksi yang cukup cepat dan reliable, lalu laptop yang dimiliki cukup memadai hal tersebut mungkin bisa saja dilakukan. Problemnya hampir semua koneksi internet yang digunakan di perumahan itu adalah shared, yang artinya satu kabel dengan bandwidth tertentu lalu dibagi-bagi dengan jumlah penggunanya, sehingga setiap pengguna tidak rata mendapatkan bandwidthnya. Hal ini membuat sangat sulit melakukan video conference dengan jumlah peserta lebih dari 4 orang. Dan jika ini dipaksakan, maka akan membuat frustasi luar biasa.

Lalu seperti apa cara yang paling sederhana dan tidak bikin frustasi untuk melakukan proses belajar-mengajar lewat online?

Bagi saya reliability dari sebuah platform itu sangat penting, jadi gunakan saja platform yang memang biasa digunakan untuk berkomunikasi secara massal. Dalam konteks ini, mengapa tidak menggunakan aplikasi Whatsapp saja? Dimana tanpa ada keharusan apapun kita membuat group-group yang membernya juga banyak kan?

Dibuat mudah saja, misalnya:

  1. Wali kelas membuat group WA baru dan beri nama sesuai dengan kelasnya
  2. Undang semua murid (bisa menggunakan WA orang tuanya)
  3. Tentukan jam standby (jam kelas mulai)
  4. Lalu Wali Kelas bisa mengundang guru yang bersangkutan untuk mulai

Tata cara komunikasi di kelas juga dapat dilakukan dengan mengetik tapi saya sarankan lebih baik pakai voice note, sehingga feel di dalam kelasnya lebih dapat.

Tugas-tugas bisa langsung di share langsung, dan diberikan waktu untuk mengerjakannya.

Saya pikir dengan cara seperti itu, proses belajar-mengajar secara online bisa tetap dijalankan tanpa harus susah-susah lagi mempelajari platform baru.

Keliatannya sederhana ya? Ya memang sederhana dan tujuan utamanya proses belajar-mengajar ini bisa terlaksana dengan segera dan efektif.

Photo by Jonas Jacobsson on Unsplash

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.