Wabah Covid-19 membuat orang harus menjaga jarak dan tinggal di rumah bila tidak perlu ke tempat umum. Dan ini membuat hampir semua aktivitas manusia di kota-kota besar terhenti menyusul naiknya kasus-kasus terinfeksi virus ini.

Tidak ada lagi alasan untuk bepergian jika tidak terlalu penting. Pengguna kendaraan jadi turun drastis. Pengguna kendaraan umum juga jadi turun drastis menyusul dialihkan kerja di kantor menjadi kerja dari rumah. Akibat terhadap perekonomian ya sudah tidak perlu dibahas lagi. Ini belum lockdown saja sudah kelihatan dampaknya, seandainya lockdown ya apalagi.

Dampak positifnya, polusi menurun. Di Jakarta sendiri kualitas udara meningkat. Air hujan (kebetulan masih sering turun hujan) membersihkan bumi dari sisa-sisa polusi. Di bumi sendiri, akibat turunnya aktivitas manusia di bumi yang menyebabkan polusi turun drastis turun ikut menormalkan kembali lapisan ozone yang sebelumnya menipis dan mengakibatkan perubahan iklim global di mana-mana.

Venesia, yang dijuluki kota air di Italia merupakan kota yang terkenal akan pariwisata airnya. Lockdown yang diberlakukan di Italia otomatis menutup industri pariwisata tersebut dan membuat perairan di kota Venesia tersebut menjadi bersih kembali. Saking bersihnya kita bisa melihat ikan-ikan kecil berenang-renang di dalam air, dimana selama ini jarang terjadi. Beberapa orang melaporkan bahkan angsa-angsa pun mulai memasuki kanal Venesia.

Apakah Anda berpikir hal yang sama dengan apa yang saya pikirkan?

Wabah Covid-19 ini memaksa manusia menghentikan segala kegiatan yang meracuni bumi tempat tinggal kita ini, sehingga kita bisa merasakan kembali bagaimana bumi ini sebelum terjadinya polusi yang merusak.

Bumi mendetoksifikasi diri. Kita semua tahu bahwa segala perubahan tidak bisa dilakukan tanpa adanya pergeseran norma. Bumi menunjukkan normanya dan pesan ini seharusnya diterima dengan baik oleh semua penghuni bumi dan diingat agar kita bisa tetap menjaga bumi tetap sehat. Dan kita akan tetap sehat juga.

Photo by Fonsi Fernández on Unsplash