Proses


Hidup itu dipenuhi oleh berbagai proses. Tidak ada yang tidak berproses, bahkan untuk tahu sesuatu pun kita harus berproses juga. Makan harus berproses, tidur harus berproses, menjadikan sesuatu dari tiada jadi berwujud apalagi…..full proses malah.

Kadang kita lupa bahwa proses itu harus dilalui. Ingin instan boleh saja, boleh dicoba maksud saya, tapi tetap sebuah proses tersebut harus dilalui walaupun bisa dipersingkat.

Instan adalah kata yang berbahaya yang dapat membius karena seakan-akan semua dapat dipercepat proses sesuka kita. Ya kita dapat mempercepat proses dengan menukarnya dengan menambah hal lain, bisa berupa tenaga ataupun dana. Mengapa saya bilang berbahaya, karena kadang kata instan itu dianggap pengganti kata proses. Proses dianggap sesuatu yang bisa di hack bahkan dihilangkan demi mencapai sesuatu dengan instan.

Ada yang harus dikorbankan jika ingin menghack sebuah proses. Ini yang harus kita pahami sehingga kita semua tidak terlena dengan kecepatan sebuah proses, atau lebih parahnya jadi kecewa.

Beberapa minggu yang lalu, dalam suasana pandemi yang membuat kita harus menahan diri untuk tidak keluar rumah, saya belajar kembali tentang proses dengan cara berkebun. Saya menemukan kembali kenikmatan dalam berproses langsung pada intinya, yaitu kehidupan. Saya mengikuti bagaimana sebuah biji berkecambah dalam 3-4 hari dalam kondisi lembab, lalu pada hari ke 7-8 mulai mengeluarkan daun hijau untuk menangkap matahari sehingga mereka bisa mulai berfotosinstesis.

Saya kembali menemukan esensi dalam berproses dengan mengamati kehidupan yang berjalan lambat (dari kacamata pecinta instan tentunya).

Detik demi detik adalah sebuah pencapaian dalam hidup.

Proses apa yang sudah kalian jalani selama ini?

2 pemikiran pada “Proses

  1. Orang yang tak sabar tapi punya duit bisa membeli proses karena hanya melihat ujung dan permukaan. Tapi beli sepeda tanpa mau belajar, padahal tak ada kendala fisik, bahkan mencoba pun tidak mau, ya takkan merasakan kenikmatan bersepeda. Hanya bisa memandangi sepeda.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.