Seharusnya ngeblog itu ya ngalir seperti air sungai di pegunungan yang terus mengalir sampai ke laut. Gak perlu banyak aturan, gak perlu banyak pikiran. Dituang saja kayak kita menuang susu kedalam mangkuk saat ingin sarapan sereal. Salah ya tinggal koreksi atau minta maaf di blogpost berikutnya. Ya bahkan untuk minta maaf dan mengoreksi saja bisa jadi bahan ngeblog baru bukan? Ya pokoknya ngalir saja.

Banyak blogger (seperti saya juga) yang seringkali terjebak menulis dengan cara ngejelimet dan takut salah karena takut keliatan gimana gitu di mata para pembaca. Pokoknya ngeblog itu jadi sebuah aktivitas super serius yang harus dipersiapkan dengan hati-hati sebelum menekan tombol submit.

Saya curiga catatan (jurnal) pribadi memang akan lebih rileks membuatnya jika sifat pribadinya itu dijaga, begitu dijadikan tulisan yang bisa dibaca oleh umum maka jadi gak santai lagi. Tapi pertanyaannya, kenapa mesti gak santai ya? Kenapa jadi takut salah? Kenapa jadi ada kewajiban mengimpress para pembaca umum?

Lha wong blog ini catatan (jurnal) pribadimu kok, saya pikir ya memang seharusnya tetap mengalir ya. Mau nulis melintir ya terserah saja, yang penting bisa dipahami, terutama ya oleh diri sendiri.

Salah satu blogger panutan saya di jaman dulu, Pamantyo (Kéré Kemplu), dua hari yang lalu mampir di salah satu blogpost yang saya buat dan meninggalkan komentarnya. Saya kaget karena sudah lama tidak pernah mendengar beliau ngeblog lagi dan link yang disematkannya saat beliau memberikan komentarnya membawa saya ke blog beliau dimana tulisan-tulisannya mengingatkan saya untuk kembali ngeblog dengan santai, rileks dan mengalir.

Ya….ngeblog itu seharusnya ya santai, mengalir walaupun isinya serius. Kalau gak ya ngeblog jadi beban. Apa kurang beban hidup yang harus ditanggung setiap hari?…:-P

Photo by Nicholas Selman on Unsplash