Mal dan Rasa Aman


Karena sebuah keperluan, kemarin sore saya harus berkunjung ke ITC Permata Hijau (sebuah mal di bilangan Simprug). Pelonggaran PSBB baru saja dilakukan oleh pemerintah sehingga sejak tanggal 15 Juni 2020 yang lalu, banyak mal sudah mulai kembali buka.

Pengalaman pertama masuk mal pada kondisi pandemi ini di awali dengan penggunaan touchless button pada gerbang masuk kendaraan. Yang biasanya kita harus menekan tombol, kini kita hanya perlu melambaikan telapak tangan kita di depan touchless button tersebut maka tiket parkir akan segera keluar dan gerbang terbuka. Apa yang saya rasakan? Jujur saja perasaan aman dan percaya mulai terbangun. Terlepas dari manusia-manusia di dalam mal tersebut tetap banyak yang basa-basi menggunakan maskernya (pakai masker tapi dipelorotkan ke leher sehingga tetap tidak menutupi mulut dan hidung).

Masih ingat tulisan saya sebelumnya yang membahas tentang membangun kembali kepercayaan dalam konteks kesehatan jika ingin sukses menjalankan bisnis di masa pandemi? Walaupun sebenarnya jauh lebih aman tinggal di rumah, tapi tidak semua orang bisa tinggal di rumah terus menunggu pandemi ini selesai tanpa bekerja, itu kenyataan yang harus diterima. Untuk bisa bekerja (yang harus dilakukan di luar rumah) semua perangkat pendukung mau tidak mau harus mendukung rasa aman supaya bisa membangun kembali kepercayaan orang.

Saya yakin mal tidak cuman memasang touchless button saja, pasti banyak protokol standar menghadapi covid-19 juga dilakukan. Dan yang terpenting menjaga agar pengunjung dapat tetap merasa aman.

Tinggal ngurusin kedisiplinan pengunjung untuk tetap melakukan protokol yang ditetapkan saja nih yang jadi pe-er besar berikutnya.

2 pemikiran pada “Mal dan Rasa Aman

  1. Disiplin itu perlu faktor penekan yang berkelindan. Pertama: individual, ini menyangkut norma dan nilai yang melekat dalam diri. Kedua: lingkungan sosial, juga menyangkut norma dan nilai kolektif. Ketiga: negara, bila perlu secara koersif.

    Indonesia bagaimana? Ehm. 🤭

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.