Lingkaran


Sudah pernah nonton film Groundhog Day? Ya memang bukan film baru sih.

Karakter utama pada film tersebut yang diperankan oleh Bill Murray, mendapati dirinya berada dalam lingkaran waktu di mana ia terus mengulangi hari yang sama berulang-ulang, melewati beberapa ketidak-beruntungan sebelum menyadari bahwa ia perlu meluruskan prioritasnya.

Di satu sisi, maaf tolong dikoreksi jika saya salah, namun saya merasa sepertinya banyak dari kita telah melalui “Groundhog day” versi kita sendiri, berulang kali.

Bangun di pagi hari, pergi bekerja, pulang, menonton TV. dan ngobrol dengan keluarga, lalu pergi tidur. Banyak dari kita menantikan dua hari “kebebasan” di akhir pekan. Ketika hari Minggu tiba, kita mendapatkan kegalauan yang ditandai dengan kedutan-kedutan kecil di perut, mengingat kita akan segera kembali bekerja pada hari Senin untuk memulai siklus itu lagi.

Ini seperti jalan melingkar. Kita kan tahu bahwa lingkaran itu berputar-putar dan tidak ada jalan keluar. Jadinya dalam lingkaran yang ada adalah kegilaan. Jika kegilaan itu artinya melakukan hal yang sama berulang-ulang lalu mengharapkan hasil yang berbeda, artinya bisa disebut kebanyakan orang pada dasarnya gila dong ya? 😛

Apakah kita semua gila?

Apakah Anda hidup di hari, minggu, bulan, dan tahun yang sama berulang-ulang, mengharapkan hal-hal berubah, tetapi tidak berpartisipasi aktif untuk melakukan perubahan itu?

Saya tidak ingin meremehkan situasi Anda. Saya juga gak tahu kan siapa Anda dan apa yang Anda inginkan (kalau mau berbagi silahkan lho). Saya hanya tahu faktanya.

Fakta menunjukkan bahwa 77 persen orang tidak terlibat atau sama sekali tidak menyukai pekerjaan mereka (mohon maaf saya lupa di mana mendapatkan angka ini, karena tulisan ini kelamaan di draft). Kemungkinan Anda adalah salah satu dari 77 persen yang berada dalam lingkaran tersebut.

Biasanya orang-orang yang lolos dari lingkaran tersebut adalah orang-orang yang kita semua kagumi, namun kita mengalami kesulitan memahami diri kita menjadi seorang pengusaha, seniman, pemimpi, pelaku.

Pertanyaannya bagaimana mereka bisa meloloskan diri dari lingkaran tersebut?

Mereka meloloskan diri dengan merusak pola yang selalu mereka jalani. Mereka merusak pola mereka dengan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak akan dilakukan orang lain. Artinya Anda juga dapat merusak pola Anda dan keluar dari lingkaran juga. Bahkan sebenarnya hal tersebut tidak harus menjadi masalah besar di awal. Cobalah bereksperimen sejenak.

Mungkin bisa dicoba untuk menulis blog sekali sehari dan mulai membangun pembaca di sekitar kata-kata yang Anda rangkai. Anda juga dapat keluar dari lingkaran dengan menjual produk ke pembaca Anda nantinya.

Cari cara untuk membangun keterampilan yang diinginkan. Ada istilah yang namanya “gig economy“, yang mencari orang-orang dengan keterampilan seperti coding, penulisan, desain, terjemahan, produksi audio, daftar berjalan dan seterusnya.

Dengan demikian Anda memecahkan kode untuk meloloskan diri dari lingkaran dengan membangun keterampilan yang memberi Anda otonomi. Terserah Anda untuk mendapatkan keterampilan apa yang harus dikembangkan dan bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk membangun kehidupan yang Anda inginkan.

Sebentar lagi saya akan mengakhiri tulisan saya ini, tetapi dalam waktu yang bersamaan, coba mulai lihat apakah Anda dapat melakukan hal-hal kecil saja dulu untuk bergerak lebih dekat pada jalan keluar untuk dapat meloloskan diri dari lingkaran tempat Anda saat ini berputar-putar.

Kalau sempat, silahkan berbagi dengan saya karena saya akan sangat senang jika bisa membahasnya dengan Anda.

People photo created by jcomp – www.freepik.com

2 pemikiran pada “Lingkaran

    • Yang terpenting adalah usaha kita dalam mendobrak rutinitas tersebut sih, eksekusinya bisa macam-macam. Sama kayak saya ngeblog, berkebun, bikin podcast, bikin vlog. Dulu pas baru lulus, saya bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan saya (desain produk). Namun saya jatuh cinta dengan dunia online dan menjadikannya dunia kedua saya setelah pekerjaan rutin saya sebagai desainer produk. Pada satu titik dan momen yang tepat kehidupan kedua saya (online) berbalik dan menjadi yang utama. Saya pikir kita memang perlu untuk memberanikan diri sekaligus melangkah dengan hati-hati jika ingin melakukan perubahan.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.