Album


Banyak cara untuk mengenang sebuah peristiwa. Dari jaman dulu sampai sekarang indera penglihatan kita adalah sebuah alat untuk mengenang, mengingat ataupun membuat kita waspada. Padahal indera kita lainnya juga punya daya ingat yang sama dahsyatnya dengan mata. Hanya saja kita tidak pernah menyadarinya.

Sudah sekitar beberapa saat yang lalu saya melihat teman saya Hakim Lubis memposting playlist yang ia buat di Spotify, namun baru sore tadi saya mengklik untuk mendengarkannya dan yang kemudian terjadi adalah semua kenangan jaman SMA seolah terproyeksikan di dinding ruangan depan saya. Dan saya yakin ini tidak hanya terjadi pada saya tapi juga ke semua orang. Setiap orang yang hidup di perkotaan di Jakarta pada sekitar tahun 80-90an pasti akan tahu jika diperdengarkan playlistnya Hakim Lubis tersebut.

Ok kembali ke urusan kenang mengenang. Ya kita tahu imaji (visual) adalah alat yang sangat umum untuk mengenang sesuatu. Makanya kan kamera jadi salah satu fitur andalan dalam smartphone, karena fitur ini mempermudah semua orang untuk mengabadikan sesuatu. Di jaman dulu, jaman sebelum ada kamera digital, orang-orang menggunakan foto yang dicetak lalu disimpan dalam album. Sehingga ketika kita membuka album tersebut, imaji yang terpampang pada foto-foto di album tersebut akan mengembalikan kenangan yang pernah dilewati.

Audiopun memiliki fungsi yang sama sebenarnya. Selain punya fungsi menghibur, lagu ataupun musik punya fungsi melestarikan kenangan juga. Ya ini jika kita berbicara tentang audio berbentuk lagu. Tidak perlu lagu, suara-suara tertentu juga punya kemampuan mengembalikan kenangan. Coba saja dengarkan ini, dan juga yang ini, pasti kenangan masa lalu akan muncul dengan segera.

Oleh karena itu banyak kelompok pemusik yang karya-karyanya dianggap sebagai retro, atau mengusung gaya lagu-lagu jaman dulu walaupun diciptakannya pada jaman sekarang, misalnya kelompok ini.

Ini belum suara-suara yang sangat memorable, seperti suara ibu kita saat sedang marah, atau suara petenis kesayangan kita saat mensmash bola, atau suara-suara lainnya.

Kalau kalian gimana?

Vintage photo created by freepic.diller – www.freepik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.